Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Kelompok Tani Desa Cempaka Nuban Keluhkan Kelangkaan Pupuk

ktnanasional – LAMPUNG. Kelangkaan pupuk bersubsidi di daerah kecamatan Batanghari nuban, pasca musim tanam pada musim gaduh tahun ini 2024 membuat sebagian kelompok tani- kelompok tani di kecamatan tersebut mengeluh.

Seperti yang terjadi di desa cempaka nuban, dari 23 kelompok tani di desa tersebut setiap kelompok tani hanya mendapatkan rata-rata 8 sampai 12 karung pupuk Phonska bersubsidi. yang perkarungnya seberat 50 kg. Sedangkan setiap kelompok tani beranggotakan 25 sampai 40 orang per kelompok tani.

Salah seorang ketua poktan menyampaikan kepada awak media pada hari Kamis tanggal (25/1/24), ” disini kami bingung mas untuk membagi pupuk tersebut karena setiap hamparan sawah anggota kelompok sudah sa,atnya untuk dipupuk, dan kalaupun itu di bagi tidak akan cukup untuk setiap hamparan sawah anggota”

“Kalaupun itu dikasihkan bergiliran kepada sebagian anggota dan sebagian lagi menunggu pendistribusian berikutnya dari pengecer pupuk itu tidak akan mungkin karna masa pemupukan di desa cempaka nuban itu berbarengan dan bisa ada kecemburuan antara anggota”. Keluh ketua poktan tersebut.

“Dan yang membuat kami heran, digudang pengecer milik A.Saini yang khusus untuk pendistribusian kelompok tani di desa kami masih banyak pupuk phonska bersubsidi tetapi kenapa kami petani dibatasi untuk pembeliannya. Sedangkan sisa pupuk phonska tersebut untuk siapa” Tambah ketua poktan.

Yoyok Sumarsono selaku koordinator penyuluh (korluh) BPP kecamatan Batanghari nuban, Ketika di konfirmasi via WhatsApp mengatakan ” bahwa untuk tahun ini memang ada aturan baru untuk penebusan pupuk bersubsidi dari kementerian pertanian, yang harus dilakukan seperti penyetoran KTP yang Asli, Photo petani dan pupuk di saat penebusan dan titik koordinat,”

“Untuk pengecer A. Saini sendiri saya sudah menanyakan kepada Pak Saini bulan ini hanya mendapatkan Enam ton pupuk Phonska bersubsidi dari distributor dan itupun sudah di didistribusikan semua kepada setiap kelompok tani kata Saini kepada saya”.

“Kalupun benar apa yang dikatakan ketua kelompok tani tersebut bahwa masih ada pupuk Phonska bersubsidi di gudang Pak Saini yang tidak didistribusikan kepada kelompok tani saya akan segera turun kelapangan dan menanyakan apa alasannya pupuk tersebut tidak segera didistribusikan tutup Yoyok dengan nada tegas.

Melalui WhatsApp A.Saini mengatakan ke awak media” memang di gudang masih ada pupuk Phonska bersubsidi sepuluh ton lagi. Makanya belum saya salurkan kesetiap kelompok karna kelompok tani – kelompok tani itu sendiri yang belum siap menerima nya , mungkin dalam Minggu depan ini akan saya salurkan” ungkap Saini, Jumat (26/1/2024) kepada media.

Tetapi alasanya A.Saini tersebut tidaklah TEPAT dan BIJAKSANA karena sebagai pengecer Pupuk bersubsidi, dimana sa,at para petani benar benar sangat membutuhkan pupuk. tidaklah sepatutnya seorang pengecer pupuk menunda-nunda untuk segera menyalurkan pupuk.

Kerena permasalahan ini bisa berakibat sangat Fatal sekali bagi para petani, yang bisa membuat kegagalan panen. dan juga sangat bertentangan sekali dengan program pemerintah yang sedang digalakan sa,at ini .yakni program ketahanan pangan.

Sudah sepatutnya dari seluruh elemen pemrintahan baik dari aparat desa , APH dan BPP terutama Dinas terkait agar bisa setiap sa,at mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi, karena disini sangat rentan sekali adanya penyelewengan terhadap pupuk bersubsidi. (admin)

artikel ini telah tayang di pesonalampungmews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga