Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Kembangkan Usaha, Petani Sayuran di Papua Dapat Bantuan Alat Pertanian

ktnanasional – MERAUKE. Dampak El Nino ternyata menyebabkan lahan pertanian di Kampung (desa) Isano Mbias, yang terletak di Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan mengalami kekeringan yang berdampak bagi sektor perekonomian. Sebagaimana diketahui, mayoritas penduduk kampung ini berprofesi sebagai petani. Adapun komoditas unggulan dari Kampung Isano Mbias berupa padi, sayuran, hingga peternakan.
Melihat kondisi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) berupaya memberdayakan potensi pertanian kampung yang telah ditetapkan sebagai Desa BRILian pada 2020 silam. Salah satu bantuan yang diberikan lewat program tersebut adalah alat-alat pertanian. Bantuan tersebut diberikan langsung kepada klaster binaan BRI (KlasterKu HidupKu) Kelompok Tani Barokah Sayur.

Bantuan alat-alat pertanian yang diberikan BRI pada klaster ini berupa 1 unit cultivator (rotary), 10 unit mesin Alkon (pompa air elektrik), 10 alat siram elektrik, 100 meter selang penghisap, dan 100 meter selang pembuang.

“Terima kasih banyak dari kami, Kelompok Tani Barokah Sayur, mengucapkan banyak-banyak terima kasih karena Bank BRI sudah memberikan bantuan untuk kita yang berupa alat tani seperti rotary, alat semprot, dan juga Alkon. Kami juga berterima kasih karena sudah meringankan beban kami,” kata Ketua Kelompok Klaster Fidayat Rahman ketika ditemui detikcom dalam program Jelajah Desa BRILian beberapa waktu lalu.

Fidayat berharap peralatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mengembangkan usaha. Sehingga, perekonomian di Kampung Isano Mbias ini juga semakin maju.

“Semoga Bank BRI semakin jaya dan semakin maju. Sukses selalu,” harapnya.

Senada, Kepala Kampung Isano Mbias Panut Purwanto juga berharap agar bantuan alat-alat pertanian tersebut bisa bermanfaat dan meringankan pekerjaan para petani yang ada di kampung.

“Harapan kami dengan adanya bantuan ini bisa bermanfaat untuk para petani bisa terpenuhi apa yang menjadi harapan terkait pengolahan tanah. Yang biasanya manual, dengan bantuan alat-alat ini bisa sangat membantu dan bermanfaat sehingga untuk memudahkan dan meringankan para petani sehingga tidak manual lagi dengan menggunakan alat modern seperti hand traktor, ada mesin pompa, mesin semprot tanaman. Dan itu merupakan kebutuhan alat-alat yang dibutuhkan masyarakat kami,” kata Panut.

Sementara itu, Pimpinan Cabang BRI Merauke Abdul Muis menyebut bantuan ini merupakan salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ‘Pengembangan Klaster Unggulan’. Menurut Muis, pihaknya harus harus memberikan nilai atau manfaat bagi pilot project (desa atau klaster yang dibina).

“Ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial, terutama BRI Merauke dalam memberikan peningkatan dalam hal membangun ekosistem bisnisnya. Mudah-mudahan dari ekosistem ini kita bisa memberdayakan potensi yang ada dengan baik,” kata Muis.

Ekosistem tersebut nantinya bisa memberdayakan potensi yang ada. Pada akhirnya, ekosistem ini akan mengarah pada kesejahteraan masyarakat dan mempermudah mereka menemukan pasar.


“Atau kami bisa me-link-kan dengan klaster yang lain dan (dampaknya) nanti ini bisa bergulir dari satu klaster ini ke klaster yang lain. Sehingga dampaknya terus menerus memberikan dampak positif ke desa yg kami bina,” tutupnya. (admin)

artikel ini telah tayang di finance.detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga