Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

Kementan RI Pasok 16.125 Liter Pupuk Hayati Cair untuk Petani Gowa, Bisa Mupuk 3.225 Ha Lahan Tanaman

ktnanasional.com – SULAWESI SELATAM,GOWA. Tahun ini Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Gowa bekerjasama dan berkolaborasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa mengusulkan bantuan pupuk hayati cair ke Kementerian Pertanian RI.

Dan usulan bantuan pupuk cair tersebut, direalisasikan Kementan RI yang kemudian mendistribusikan pupuk hayati cair tersebut ke Kabupaten Gowa sejak September 2023 kemarin.

Sebanyak 16.125 liter pupuk hayati cair didistribusikan Kementan RI ke Gowa. Dengan pasokan pupuk cair ini bisa dipakai memupuk 3.225 hektare (Ha) pertanaman yang ada di Kabupaten Gowa.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Gowa Kusnadi Efendi kepada BKM, Senin (30/10) mengatakan, pupuk cair ini akan dipakai para petani yang tergabung dalam 15 Gapoktan (Gabungan Kelompok Petani) di Gowa.

“Alhamdulillah, kita berhasil mendapatkan pasokan pupuk hayati cair dari Kementerian Pertanian RI sebanyak 16.125 liter dan itu bisa dipakai untuk 3.225 Ha lahan pertanaman. Pupuk ini kita bagikan ke 15 Gapoktan yang ada, ” kata Kusnadi.

Diakui Kusnadi sejak Elnino mendera, memang dirasakan kendala berat dalam mengoptimalkan produksi pertanian khususnya padi dan palawija. Meski demikian, di Gowa aku Kusnadi petani masih tetap eksis melakukan panen meski tidak terlalu maksimal disebabkan deraan kekeringan saat ini.

Namun dengan adanya bantuan pupuk cair ini, dirinya berharap aktivitas petani tetap berjalan baik khususnya untuk produksi tanaman.

“Semoga musim kekeringan segera berlalu menyusul mulai adanya hujan yang sudah mulai turun di beberapa kecamatan, ” tambah Kusnadi.

Dikatakan Kusnadi lagi, memasuki momen Hafi Jadi Gowa ke 703 pada 17 November 2023 ini, pihaknya yakni KTNA Gowa selalu siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gowa untuk membangun sektor pertanian, peternakan dan perikanan demi mewujudkan ketersediaan pangan, ketahanan pangan dan kemandirian pangan.

Apalagi beberapa hari sebelumnya, para petani nelayan juga mendapatkan bantuan konversi BBM ke BBG (bahan bakar minyak ke bahan bakar gas) dimana para petani nelayan ini bisa terus optimal melakukan produktivitasnya mencari ikan dengan bantuan sarana mesin dan tabung gas untuk operasionalnya mencari ikan menggunakan perahu motor.

Untuk tahap pertama sebanyak 94 nelayan di Kecamatan Parangloe dan Manuju mendapatkan bantuan mesin dan tabung gas konversi BBM ke BBG tersebut dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Komisi VII DPR RI untuk wilayah III tahun 2023.

Dengan semakin adanya peningkatan produktivitas para petani dan nelayan di Gowa, tentunya akan berdampak pada peningkatan prestasi daerah di sektor pertanian.

Terbukti pada tahun ini, Pemkab Gowa bersama organisasi KTNA sebagaj mitra pendukung meraih penghargaan Satya Lancana Wirakarya Pembangunan Pertanian dari Presiden RI. (admin)

artikel ini telah tayang di ujungjari.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga