Jumat, 31 Mei, 2024

Artikel Terbaru

Kementan Tingkatkan Produktivitas Kab.Bogor dengan Pompanisasi

ktnanasional – BOGOR. Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di Kabupaten Bogor, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor diberi tugas sebagai penanggungjawab program pompanisasi Kementerian Pertanian.

Kerjasama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan TNI-Polri, yang ditandai dengan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), menandakan langkah awal dalam upaya bersama untuk mengelola pertanian dan meningkatkan ketahanan pangan.

“Komitmen bersama para pemangku kepentingan adalah kunci dalam mengawal ketahanan pangan Indonesia,” sebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

Dirinya juga mengatakan, ke depan petani milenial harus mampu merefleksikan semangat kebangkitan dan kejayaan negara agraris sebagai jalan dan upaya pemerintah menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia.

Belakangan ini, tantangan dalam sektor pertanian di Indonesia semakin meningkat, terutama dalam hal produktivitas yang belum memenuhi kebutuhan domestik.

Dampak El-Nino yang meluas, mencakup hingga 1 juta hektar lahan pertanian, menimbulkan ketidakpastian terhadap ketersediaan sumber daya alam, khususnya air untuk irigasi di Kabupaten Bogor.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor mengadakan Rapat Koordinasi Data Luas Tambah Tanam (LTT) dan Kegiatan Pompanisasi Kabupaten Bogor di Aula Dinas TP, Hortikultura, dan Perkebunan Kab. Bogor pada Senin (22/4).

Pertemuan ini membahas strategi penting dalam meningkatkan produksi pertanian melalui optimalisasi data luas tanam dan pompanisasi, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk TNI/Polri dan perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cisadane dan BBWS Citarum.

Data yang dikumpulkan oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian (PDDK) dari 40 kecamatan menunjukkan bahwa kondisi ini semakin memperburuk masalah yang ada.

Meskipun langkah-langkah telah diambil untuk mengatasi situasi ini, dengan BBWS Cisadane dan Citarum bekerja sama dengan dinas setempat untuk memastikan ketersediaan sumber air.

Meskipun telah diambil beberapa langkah positif, tantangan baru masih muncul, salah satunya adalah kesulitan mendapatkan pasokan solar untuk mengoperasikan pompa air.

Tatang, perwakilan Pemkab Bogor, juga berencana untuk menggunakan pompa air bertenaga listrik, menyadari pentingnya ketersediaan energi dalam mengelola krisis pangan.

Dalam usaha meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di Kabupaten Bogor, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor ditugaskan sebagai penanggung jawab program pompanisasi Kementerian Pertanian.

Rudi Hartono, Wakil Direktur 1 Polbangtan Bogor, mengajak semua pihak terlibat, termasuk petani, pemerintah daerah, dan lembaga terkait, untuk bersatu dalam menyukseskan kegiatan ini.

Rudi menekankan pentingnya kerjasama dan komitmen bersama untuk mencapai hasil optimal dalam meningkatkan ketersediaan air untuk pertanian, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif pada ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bogor dan Bekasi.

“Kegiatan ini bukan hanya tugas rutin, tetapi juga bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat,” kata Rudi. (admin)

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga