Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Kementerian Pertanian Pastikan Stok Kebutuhan Pangan Aman Sampai Desember 2023

ktnanasional.com – SURABAYA, Adanya fenomena El Nino, yaitu pemanasan suhu muka laut diatas kondisi normal yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah hingga berimbas pada anomali iklim yang panas dan tidak menentu hingga September 2023.

Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengantisipasi hal tersebut dengan melakukan beberapa langkah, di antaranya dengan melakukan revisi terhadap kebijakan yang tepat guna.

“Salah satunya dengan mengantisipasi gagal panen dan menjaga produktivitas di sektor peternakan. Termasuk kebijakan Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratek) tetap berjalan dan tetap tumbuh terus,” kata Ir Harvick Hasnul Qolbi, Wakil Menteri Pertanian saat membuka pameran Indo Livestock 2023, di Grand City Convex, Rabu (26/7/2023).

Lebih lanjut Harvick menyebutkan, di semester I tahun 2023 ini, hasil pertanian mampu menyumbangkan peningkatan pendapatan negara.

Dari kegiatan Gratek saja, mampu memberi nilai tambah antara Rp 600 triliun hingga Rp 700 triliun.

Jumlah itu memang masih lebih rendah dibanding pendapatan dari sektor perkebunan.

Namun dengan kegiatan seperti pameran Indo Livestok 2023 bisa mendorong keamanan stok pangan di Indonesia.

Bahkan dengan prediksi El Nino akan berlangsung hingga September 2023, Kementan memberikan garansi stok pangan aman hingga Desember 2023.

“Selain El Nino, kami juga mengimbau adanya perhelatan politik yang sudah dimulai di semester II ini, semua pihak bisa menjaga hal kondusif secara umum, karena kondusifitas itu juga bisa berdampak pada stok sektor pangan,” jelas Harvick.

Dalam kesempatan itu, juga disebutkan bila data dari Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat sektor pertanian mengalami pertumbuhan positif, baik secara lapangan usaha maupun distribusinya terhadap perekonomian Indonesia pada triwulan I 2023.

Pertanian sebagai sektor yang paling dominan dengan angka pertumbuhannya sebesar 0,34 persen serta kontribusi yang mencapai 11,77 persen terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB).

“Pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi berbagai komoditas pertanian. Menyiapkan pasokan pangan Indonesia yaitu dengan percepatan tanam, pengembangan pupuk organik, peningkatan ketersediaan air. Penyiapan sumber pakan hewan ternak, penguatan pelayanan kesehatan hewan dan pengembangan komoditas peternakan melalui closed loop,” beber Harvick.

Langkah ini sejalan dengan dengan tema pameran Indo Livestock 2023, Integrasi Sektor Pertanian Berkelanjutan: Mendorong Sinergi dalam Peternakan, Agrikultur, Kesehatan Hewan, Perikanan, dan Akuakultur.

Salah satu hal lain untuk mendorong sinergi tersebut, juga diberikannya Indonesian Livestock Industry Award 2023 sebagai bentuk apresiasi kepada para inovator di bidang peternakan dan kesehatan hewan.

“Kami ingin mendorong industri lokal untuk meningkatkan produktivitasnya dan mampu bersaing dengan kebutuhan dalam dan luar negeri (ekspor),” kata Agung Wicaksono, Project Director PT Napindo Media Ashatama, sebagai penyelenggara pameran yang berlangsung hingga Jumat (28/7/2023).

Pemberiam anugerah yang dikemas dalam bentuk Indonesian Livestock Industry Award 2023 ini, diberikan kepada para inovator di bidang peternakan dan kesehatan hewan untuk menunjukkan karya ciptanya kepada publik.

Pelaksanaan penganugerahan Indo Livestock Innovation Award 2023 merupakan kerjasama antara Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia (YAPPI) dan PT Napindo Media Ashatama dengan didukung oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Hukum dan HAM.

Selain itu dengan mengikuti pameran tiga hari ini, partisipan dan pengunjung juga akan mendapatkan informasi dari pakar industri mengenai isu-isu terkini yang dapat mengembangkan bisnisnya.

Tercatat lebih dari 300 peserta dari 23 negara peserta dan 7 paviliun yaitu Indonesia, Thailand, China, Taiwan, Eropa, Korea Selatan, dan Australia akan memamerkan teknologi dan inovasi terkini di dunia peternakan.

Napindo juga menghadirkan dua program baru yang selalu mendukung program pemerintah yakni Forkompedia dan Sosialisasi SDTI (Penyuluhan Susu Daging Telur Ikan) mengenai giat percepatan gizi seimbang. (admin)

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga