Rabu, 24 April, 2024

Artikel Terbaru

Keren! Santri 13 Tahun di Kota Tangerang Mampu Ciptakan Robot Pertanian

ktnanasional.com – TANGERANG, Seorang santri dari Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, Kelurahan Cipondoh Makmur, Kecamatan Cipondoh bernama Darrel Haidar yang berhasil membawa pulang medali perunggu pada ajang International Youth Robot Competition (IYRC) Malaysia 2023.

Torehan prestasi juara ketiga di ajang internasional robotic dia raih pada Juni 2023
lalu.

Ini merupakan ajang lomba robotic pertama yang diikuti santri penghafal al qur’an 23
juz ini, dengan bertarung melawan ratusan peserta dari berbagai negara di Asia
Tenggara.

Dalam gelaran tersebut, Darrel bergabung dengan lima temannya dari Jakarta dan Kediri, yang tergabung di Training Camp mereka yakni Kampong Robot.

Terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu tiga anak tim pembuat robot pengolahan hasil panen, dua anak pembuat robot pengantaran hasil panen, dan Darrel sebagai pembuat robot pengangkut hasil panen.

“Jadi, dalam ajang ini saya dan teman lainnya mewakili Indonesia di kategori pertanian, membuat tiga robot yang bisa melakukan pengangkutan, pengantaran dan pengolahan hasil pertanian itu sendiri,” katanya Senin, 3 Juli 2023

“Tidak menyangka bisa meraih juara, apalagi melihat milik Malaysia yang dibuat oleh
anak TK, itu cukup membuat saya pesimis,” imbuhnya.

Diceritakan Darrel, robot yang ia buat memiliki nama Subak. Nama yang terinspirasi
dari sistem pengairan sawah yang digunakan dalam bercocok tanam padi di Bali.

Secara kerjanya, robot Subak akan mendeteksi keberadaan hasil panen lewat
benturan yang nantinya langsung terotomatis diangkat oleh robot Subak untuk
diberikan ke mesin robot pengantar.

“Lewat robot Subak, kemudahan akan dirasakan oleh dunia pertanian,” ujarnya.

“Selain memangkas waktu proses pengangkutan hasil panen, tapi juga mampu
mengganti Sumber Daya Manusia (SDM) di dunia pertanian itu sendiri,” sambungnya.

Ia menuturkan, dunia robotik baru ia geluti untuk ajang ini lewat ekskul robotik
bersama Ustadz Pandu Ganggadata yang ia ikuti di pesantren.

Pasalnya, Darrel sebelumnya lebih tertarik dan lebih mendalami dunia pemograman, atau disebut juga dengan coding.

Dia mengaku, kemampuan ini didominasi lewat proses otodidak, belajar melalui youtube atau website teknologi yang ia ikuti.

“Awal tertarik dengan dunia ini saya melihat pameran teknologi, berawal dari tertaik, senang dan sekarang jadi digeluti mendalam,” ucapnya.

Kini, anak kelahiran Bali 17 juni 2010 ini tengah terus bersiap dengan mengasah
kemampuannya untuk ajang-ajang robotik Internasional lainnya.

Seperti tahun depan, dia akan mengikuti ajang robotic di Korea Selatan dan
Thailand. Baginya, ajang-ajang tersebut bukan mencari prestasinya akan tetapi
pengalamannya.

“Sebelumnya, saya pun sudah membuat beberapa website dan ini yang juga akan
saya pelajari lebih dalam. Karena saya punya mimpi untuk membuat sosial media
yang ramah dan senang digunakan anak-anak Indonesia,” tandasnya. (fin.co.id)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga