Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Kerusakan Lahan di Sleman Menghawatirkan, Mengancam Produktivitas

ktnanasional – DIY, SLEMAN. Kerusakan lahan pertanian di Sleman sangat mengkhawatirkan, dengan kandungan pupuk organik rata-rata di bawah 2%. Selain minimnya pupuk organik, pola tanam yang homogen didominasi padi juga mengancam kerusakan lahan pertanian.

Saat ini produktivitas lahan pertanian di Sleman mandek di angka rata-rata lima ton per hektare untuk padi. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPP) Sleman menyebut kerusakan lahan pertanian paling parah terjadi di Sleman bagian barat meliputi Kapanewon Minggir, Godean, hingga Moyudan.

“Bahkan ada yang produktivitasnya hanya 4,5 ton per hektare untuk padi. Padahal, jika lahannya subur, hasilnya bisa lebih tinggi lagi,” kata Sub Koordinasi Substansi Bina Produksi Tanaman Pangan DP3 Sleman, Sumarno saat dikonfirmasi, Kamis (14/12/2023).

Sumarno menjelaskan lahan pertanian di Bumi Sembada yang kondisinya lebih baik berada Kapanewon Pakem, Cangkringan, Kalasan, hingga Prambanan. “Di Sleman bagian utara dan timur lahan masih cukup baik karena pola tanamnya tidak terlalu didominasi padi. Ada jeda untuk menanam palawija dan tanaman hortikultural, sehingga pengelolaan lahannya menjadi lebih baik,” katanya.

Untuk menjaga kesuburan lahan, upaya perbaikan lahan terus diupayakan dengan menyosialisasikan pola tanam yang lebih tepat. “Petani yang selalu menanam padi kami imbau agar memberikan jeda pada lahan dengan menanam palawija, supaya kondisi tanah kembali membaik,” kata Sumarno.

Selain mengimbau pola tanam yang tidak dominan ke tanaman padi, DPP Sleman juga mendorong peningkatan penggunaan pupuk organik. “Pupuk kimia menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas lahan. Oleh karena itu, kami mendorong petani agar menggunakan pupuk organik,” katanya. (admin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga