Kamis, 18 April, 2024

Artikel Terbaru

Ketua KTNA Provinsi Riau Drs. H. YUSRI, M.Si., Sambut Tim Sekmil Presiden dan Kementan RI

ktnanasional.com – RIAU Bangkinang.  Pekan Nasional Petani Nelayan XVI yang akan berlangsung di kota Padang tanggal 10 – 15 Juni 2023, sejatinya persiapannya sudah berlangsung jsejak tahun 2022.  Salah satunya adalah kegiatan verifikasi lapangan calon penerima penghargaan yang sudah diusulkan oleh masing masing provinsi, berupa tanda Kehormatan Satya Lencana Pembangunan di sektor Pertanian dari Presiden Republik Indonesia.

Drs. H. Yusri M.Si., gelar Datuk Bandaro Mudo salah satu petani yang diusulkan untuk mendapatkan penghargaan juga menjadi ketua KTNA Provinsi Riau. Yusri yang juga petani padi sawah dan pekebun Kelapa Sawit menerima kedatangan Tim Sekretariat Militer Presiden dan Tim dari Kementrian Pertanian RI, guna presentasi dan verifikasi Faktual yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian TPH Kabupaten Kampar.

Ketua Tim Verifikasi dan Peninjauan Lapangan Sekretariat Militer Presiden RI, Elisa Cintia Dewi, S.E., dan  Ratna Sekarsari  mewakili  dari Kementerian Pertanian RI, beserta rombongan tiba di Bangkinang, Kamis 30 Maret 2023 jam 09.00 WIB, langsung di sambut oleh Yusri  selaku Ketua KTNA Provinsi Riau yang juga calon Penerima Tanda Kehormatan Satya Lencana Pembangunan, di dampingi Pengurus  KTNA  Provinsi Riau serta Jajaran  Pengurus KTNA juga Kepala Dinas Instansi Terkait Lingkup Pertanian  Kabupaten Kampar.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Bupati Kampar yang diwakili Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar, Nur Ilahi Ali, SP., M.M., yang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya karena saat bersamaan Pj. Bupati Kampar Dr. H Kamsol, M.M., sedang  dinas luar kota. Dalam Paparannya selama menjabat Ketua KTNA Provinsi Riau, Yusri menyampaikan antara lain  bisa mempertahankan Lahan Persawahan  Soko Adat, (Lahan Persawahan Tanah  Ulayat) sebagai lahan tanaman  pangan tidak   beralih fungsi hal ini sudah dimulai sejak tahun 2015 yang lalu khusus nya di Kecamatan Bangkinang tempat kelahiran Yusri.

Hal ini selalu  disampaikan Yusri setiap berkunjung ke Kelompok Tani, juga dikesempatan Kegiatan Acara Adat di Kabupaten Kampar  dengan Ninik Mamak, mengingat Yusri Datuk Bandaro Mudo juga Pimpinan Lembaga Adat Kampar (LAK) Kabupaten Kampar yang terkenal  dengan istilah Tali Bapilin Tigo, Tigo Tungku Sajowangan, yakni :  Ninik Mamak, Alim Ulama dan Cerdik Pandai.

Kunjungan Lapangan oleh Tim Sekmil Presiden RI ke Lapangan

Selaku Ketua KTNA YUSRI juga banyak  bermitra dengan petani serta  memberikan Motivasi sekaligus menjembatani Petani / Kelompok Tani baik ke instansi Pemerintah maupun Swasta hingga Kelompok Tani tersebut jadi lebih Maju dan berkembang dari sebelumnya, bahkan ada yang sudah bisa mendapatkan kucuran modal usaha dari  Bank Indonesia (BI) seperti Kelompok Tani Jaring Mas Sejahtera  yang bergerak di bidang Tanaman Pangan Dan Hortikultura yang beralamat di Dusun Pematang Kulim desa Pulau  Birandang kecamatan Kampa, kabupaten Kampar dimana kelompok ini  dalam bidang Tanaman Pangan sudah berusaha tani sudah mengelola dari hulu sampai hilir.

Elisa Cintia Dewi, S.E. , selaku Ketua Tim Sekretariat Militer Presiden, membenarkan kedatangan nya ke Kabupaten Kampar Bersama Tim adalah dalam rangka Verifikasi Lapangan, sehubungan dengan usulan Pemberian Penghargaan Satya Lencana Pembangunan bidang Pertanian yang nantinya akan di berikan oleh Presiden  RI pada saat upacara pembukaan Penas Petani Nelayan  XVI di Padang Sumatera Barat. Selesai ekspos materi yang disampaikan Yusri diadakan tanya jawab pendalaman materi Inovasi Pertanian oleh Tim Verifikasi Sektetariat Militer Presiden, dan dilanjutkan dengan dengan kunjungan lapangan ke Kelompok Tani Tak Bau 1, 2 dan 3 di Kecamatan Bangkinang.

Elisa selaku Ketua Tim Verifikasi memberikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan hari ini, baik sewaktu paparan dan pendalaman materi aataupun saat berkunjung ke lapangan. Namun Elisa juga menyampaikan bahwa tim verifikasi yang dia pimpin  hanya sebatas menggali data di lapangan sebagai bahan pertimbangan bagi Dewan Gelar Tanda Kehormatan (GTK), dalam menentukan penerima tanda penghargaan. (af/ms)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga