Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

KETUA KTNA SRAGEN TANTANG CAK IMIN TOLAK IMPOR BERAS

ktnanasional.com – JATENG Sragen. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ditantang oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen untuk berani tolak impor beras. Wakil Ketua DPR itu juga diminta untuk memberesi masalah pupuk bersubsidi yang kian lama kian dipangkas subsidinya.

Tantangan itu disampaikan Ketua KTNA Sragen, Suratno, pada acara Rembuk Tani Sragen bersama Cak Imin di Desa Bedoro, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Sabtu (10/12/2022). Acara itu juga dihadiri anggota DPR, Luluk Nur Hamidah; Wakil Bupati Sragen, Suroto; Ketua DPW PKB Jateng, K.H. Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf; dan anggota DPRD Jateng dari PKB, Mukafi Fadli.

“Lahan pertanian di Sragen luasnya 43.000 hektare dengan luas tanaman padi mencapai 94.000 hektare per tahun. Produktivitas padinya 6-7 ton per hektare, sehingga Sragen menjadi lumbung pangan terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Cilacap. Ada dua hal yang saya sampaikan, yakni berkaitan dengan hulu dan hilir pertanian,” ujar Suratno di hadapan Cak Imin dan timnya.

Dia menjelaskan masalah di hulu terletak pada persoalan pupuk yang subsidinya dikurangi. Sekarang tinggal dua jenis pupuk yang disubsidi, yakni urea dan NPK. Alokasi untuk dua jenis pupuk bersubsidi itu pun, kata Suratno, berkurang sampai 50%. Di sisi lain, unsur kandungan dalam NPK juga berkurang. Ia juga menyinggung program IP400 itu yang perlu dikaji kembali.

“Masalah hilirnya terletak pada harga jual pascapanen. Selama ini pemerintah tidak bisa mengendalikan harga gabah di tingkat petani. Ironisnya, petani mendengar pemerintah impor beras 200.000 ton di saat petani hendak panen. Tantangan untuk Gus Muhaimin, kalau Anda jadi presiden, bisa tidak mencukupi kebutuhan pupuk petani? Tantangan kedua, kalau Anda menjadi presiden tidak akan impor beras sungguh-sungguh. Impor beras itu merugikan petani karena harga bisa jatuh,” jelas Suratno.

Perwakilan petani milenial Sragen, Peri Setiawan, mengatakan petani butuh modal besar untuk mengolah lahan tetapi labanya sedikit. Banyak gabah petani Sragen yang dibawa keluar daerah sehingga penggilingan lokal banyak yang tutup. Dari situ jumlah pengangguran pun bertambah.

Perhatian Belum Memadai

Merespons keluhan-keluhan itu, Cak Imin mengatakan semua problem yang disampaikan sudah dicatat. Ia meminta anggota DPR Luluk Nur Hamidah untuk menindaklanjuti hal itu.

Cak Imin mengapresiasi para petani yang kreatif, terutama petani di Desa Bedoro. Dia berharap pertanian menjadi solusi ekonomi nasional Indonesia. Dia mengakui selama ini pertanian belum mendapatkan perhatian yang memadai.

“Pangan di tingkat global sekarang dalam masalah karena resesi ekonomi dan perang. Indonesia punya peluang untuk mengirim produk pangan nasional di Asia dan dunia,” harapnya.

Cak Imin yang hadir bersama istrinya disambut drum band dari para santri. Ia dan rombongan sempat melihat-lihat dagangan yang dipamerkan di 23 stan Kelompok Wanita Tani (KWT), KTNA, kelompok tani, dan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Sragen. (admin)

Artikel ini telah terbit di media solopos.com/Tri Rahayu, tanggal 10 Desember 2022

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga