Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

Klaim Lahan Kampung Agrowisata Religi Langkan, Penyuluh Sebut Ada Kelompok Tani ‘Siluman’

ktnanasional.com – SUMATERA SELATAN, BANYU ASIN. Penyuluh Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banyuasin mengatakan ada anggota “siluman” yang tergabung dalam Kelompok Tani Maju Bersama Desa Langkan Kecamatan Banyuasin III Banyuasin yang tengah berpolemik.

Hal itu diungkapkan Koordinator Penyuluh Pertanian Andi Raswan pada mediasi yang dilakukan Pemkab Banyuasin, Jumat 29 September 2023 yang lalu.

Andi Raswan mengungkapkan ada puluhan orang warga yang bukan petani masuk dalam kelompok tani tersebut.

Parahnya lagi, nama tersebut merupakan warga bukan Banyuasin alias berdomisili di Palembang, Jakarta dan Lampung.

“Sedikit sekali orang asli Desa Langkan Kecamatan Banyuasin III. Malah banyak warga yang dari luar Banyuasin,” ungkap Andi Raswan.

Sementara sambung Andi, warga asli Langkan banyak yang protes minta dimasukkan anggota Kelompok Tani malah tidak dirangkul.

“Kalau memang warga Desa Langkan jangan dimasukkan. Ya, otomatis juga tidak bisa mendaftarkan sebagai kelompok tani, sebab yang syarat untuk tergabung dalam kelompok tani harus berdomisili di desa masing-masing,” ujarnya.

Andi juga mempertanyakan dari luas lahan 250 hektare yang akan dijadikan lahan cetak sasah, 40 hektare dijadikan untuk lahan fasum.

“Banyak sekali 40 hektare jadi lahan fasum. Kenapa tidak 10 hektare saja, 30 hektarnya diberikan kepada kelompok yang memang punya lahan disina. Saya rasa ini bisa menjadi solusi, tak bakal jadi polemik,” sarannya.

Harianbanyuasin.com mencoba melakukan konfirmasi ke Sekretaris Gapoktan Desa Langkan Edi Candra. Namun sayang pesan yang disampaikan harianbanyuasin.com belum direspon..

Diberitakan sebelumnya, Marjani, petani Desa Pulau Harapan Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin mencari keadilan.

Mantan Kadus ini mengaku kehilangan lahan pertanian seluas 40 hektare yang berlokasi di Desa Langkan Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin.

Lahan seluas itu, diduga diklaim kelompok tani Maju Bersama Desa Langkan untuk dijadikan Kampung Agro Wisata dan cetak sawah baru yang diinisiasi Pemerintah Desa Langkan.

Hal itu terungkap saat Marjani bersama petani lainnya melakukan mediasi yang dilakukan Pemkab Banyuasin, diruang rapat Wakil Bupati Banyuasin, Jumat 9 September 2023.

Dalam mediasi itu, Marjani mengatakan bahwa ia sudah menduduki lahan seluas 40 hektare itu sudah sejak tahun 1985 bersama masyarakat Pulau Harapan lainnya.

“Kami nanam padi dilahan itu. Bahkan zaman pak Bupati Banyuasin Almarhum Amiruddin Inoed kami pernah mendapatkan bantuan benih, pupuk serta obat-obatan,” ujar Marjani.

Lalu, katanya lantaran bersawah sudah tak lagi menghasilkan, ia dan warga lainnya menggunakan lahan tersebut untuk menanam mangga, pisang, ubi dan kelapa.

“Tapi tetap kami ingin berusaha menanam padi dilahan itu, sampai dengan sekarang,” bebernya.

Ia menjelaskan, sejak tahun 2016 ada sekelompok orang yang ingin mencoba merampas tanah yang ia usahakan selama puluhan tahun tersebut.

“Nah sekarang kami kaget lahan yang sudah ada tanaman itu sudah punya sertifikat hak milik dari Kelompok Tani Maju Bersama. Kami yang punya lahan itu sama sekali tak dilibatkan,” ujarnya.

Katanya, saat ini tanaman yang ia tanam diatas lahan itu dilakukan pengrusakan oleh oknum.

“Tanaman kami ditebangi. Pondok-pondok sebagai  tempat berteduh dikebun dilakukan pengrusakan, bukti fotonya ada,” ujarnya.

Marjani menyebutkan ia punya bukti kepemilikan dari lahan tersebut. Yakni pengakuan hak dari pemimpin pemerintahan di masa lalu. (admin)

Artikel telah tayang di harianbanyuasin.disway.id

1 KOMENTAR

  1. Anehnya pemerintahan sekarang, mengedepankan Legalisasi tapi melupakan Kearifan lokal,, padahal konon kearifan lokal selalu di dengung²kan, tapi ketika sampai do Notaris dan BPN sekali lagi Kearifan lokal tak ada nilainya sama sekali.🫢

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga