Kamis, 30 Mei, 2024

Artikel Terbaru

KLHK Tanam 25 Ribu Mangrove di 23 Provinsi

ktnanasonal – JAKARTA. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menanam mangrove serentak di 25 lokasi di 23 provinsi di Indonesia. Penanaman sebanyak 25 ribu mangrove serentak ini merupakan lanjutan dari gerakan penanaman serentak selama musim penghujan 2023/2024 sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah dimulai sejak Desember 2023 lalu.

Di Jakarta penanaman serentak dipimpin Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar dan di Papua penanaman serentak dipimpin Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL), Hanif Faisol Nurofiq.

“Penanaman serentak ini sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup, dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan. Serta upaya memperbaiki kualitas lingkungan dengan memperbanyak tegakan pohon juga meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat atas pelaksanaan program pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan,” kata Menteri LHK, Siti Nurbaya saat memimpin penanaman mangrove serentak, Kamis (25/4).

Pada kegiatan penanaman mangrove di Kampung Enggros, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Dirjen PKTL Kementerian LHK, Hanif Faisol Nurofiq membacakan sambutan Menteri LHK yang mengungkapkan bahwa Indonesia dengan areal hutan tropis terbesar ke-3 di dunia, mempunyai arti sangat penting dalam upaya pengendalian iklim global. Khusus untuk ekosistem mangrove, Indonesia memiliki 23% mangrove dunia atau seluas 3,36 juta hektare.

“Seperti kita ketahui mangrove merupakan ekosistem yang sangat penting dalam memperkuat resiliensi dan menjaga kualitas lingkungan. Penanaman mangrove dapat memberikan manfaat antara lain mengurangi abrasi pesisir akibat  gelombang laut, menangkap bahan pencemar sehingga menjaga kualitas air, habitat bagi beragam flora dan fauna pesisir dan laut. Menjadi sumber bahan pangan khususnya perikanan, menciptakan daya tarik wisata dengan tampilan estetik dan meningkatkan cadangan karbon,” tuturnya.

Saat ini pemerintah Indonesia tengah membangun tata kelola ekosistem mangrove. “Secara umum kita telah memiliki Roadmap Rehabilitasi Mangrove Nasional 2021-2030, dan sedang dalam proses penyelesaian Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove,” pungkas Hanif.

Rancangan PP tersebut diharapkan dapat segera terbit guna memberikan kepastian hukum pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove, bagi pemerintah maupun masyarakat.

Penanaman mangrove serentak di Papua dilaksanakan di Kampung Enggros, Distrik Abepura Kota Jayapura dengan luas tanam 0,5 hektare. Kegiatan ini juga dihadiri Asisten II Pemprov Papua, Kepala BPDAS Mamberamo dan pejabat instansi terkait lainnya.

Selain memimpin penanaman mangrove di kawasan pantai Cyberi Jayapura, Dirjen PKTL juga melakukan kunjungan kerja ke wilayah Izin pinjam pakai kawasan hutan PT Freeport Indonesia di Tembagapura dan Timika Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Kunjungan dilakukan untuk memonitor kewajiban Freeport Indonesia dalam memenuhi kewajiban pinjam pakainya di antaranya pengamanan kawasan hutan, pengelolaan lingkungan dan reklamasi hutan.

Pada kesempatan itu Hanif bersama tiga direktur lingkungan Dirjen PKTL melakukan penanaman bersama pada areal reklamasi yang telah berhasil menumbuhankan jenis-jenis alami pada ketinggian 4.300 mdpl. (admin)

artikel ini telah tayang di mediaindonesia.com

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga