Kamis, 18 April, 2024

Artikel Terbaru

KOLABORASI PETANI MILENIAL UNTUK PENGEMBANGAN IPPS

ktnanasional.com – JABAR Subang.  Salah satu peran swasta di dunia pertanian adalah turut serta bersama petani membangun pertanian yang berkelanjutan. Sektor swasta berperan sebagai konsumen sekaligus produser hasil-hasil pertanian, sebagai konsumen perusahaan membeli bahan baku dari sektor pertanian. Sebagai perusahaan swasta, PT. sumber Agro Semesta dan Bank Artha Graha Internasional bekerjasama dengan Agrospora dan kumpulan petani milenial yang tergabung dalam Natarasa Tani untuk mengembangkan Industri Pertanian Pangan Sehat (IPPS) di kabupaten Subang.

Pada Sabtu 17 Desember 2022 telah dilakukan penanaman padi di desa Kadawung kecamatan Pabuaran kabupaten Subang. Luas area yg akan di tanam 36,2 hektar yang terbagi untuk pemgembangan Cluster benih dan padi organik, sebagai Langkah awal untuk membangun IPPS di kabupaten Subang.

Arviano Sahar yang mewakili pihak perusahaan mengatakan, Artha Graha Peduli Pangan Sehat akan menyiapkan produksi pangan tanpa memakai bahan kimia untuk menghasilkan pangan yang sehat dan aman untuk masyarakat. Untuk mewujudkan pangan sehat non kimia dilakukan dengan mempersiapkan IPPS (Industri Pertanian Pangan Sehat) yang mengintegrasikan produksi hulu-hilir dari benih sampai menjadi beras.

Rencana kedepan untuk membentuk Industri Pertanian Pangan Sehat Subang yg melibatkan banyak petani dan memproduksi produk turunan dari komoditi tanaman pangan. “Kegiatan ini dilakukan dengan berkolaborasi dengan petani milenial dan warga sekitar di kecamatan Pabuaran kabupaten Subang”, kata Arvi.

Komunitas Petani Milenial Natarasa Tani Subang

Sementara itu Dedi Mulyadi yang mewakili Petani Milenial mengatakan, Kawasan ini akan dikelola oleh Agrospora dan Komunitas petani muda NatarasaTani Berkolaborasi dengan PT. sumber Agro Semesta dan Bank Artha Graha Internasional. Harapannya kedepan supaya lebih banyak petani lain yang bisa berkolaborasi dalam memproduksi pangan sehat dan hasilnya bisa terserap semua oleh pasar.

Lebih lanjut Dedi menjelaskan Natarasa Tani ini dibangun sebagai wadah tempat berkumpulnya para petani milenial yang terintegrasi baik itu dari sektor hulu maupun hilir dengan berbagai komoditi dan produk olahannya. Natarasa Tani sendiri merupakan jaringan pertanian yang ada di kabupaten Subang, yang mana dengan terbentuknya Natarasa Tani ini diharapkan bisa tercipta kolaborasi suatu ekosistem petani yang tertata dan kuat menghadapi keadaan ekonomi global yang fluktuatif. “Harapan kami dengan kolaborasi ini bisa lebih mengangkat kesejahteraan para petani yang pada umumnya jauh dari kata sejahtera”, ujar Dedi. (dm/mh)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga