Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Kontak Tani Nelayan Andalan Ibu Kota Nusantara (KTNA-IKN)

ktnanasional.com – IKN Samboja.  Terlepas dari pro kontra IKN yang pasti disana banyak saudara kita petani-nelayan yang tergabung di KTNA mulai dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan.

Wilayah IKN terdiri atas 54 wilayah administratif setingkat desa dan kelurahan. Perinciannya, 11 desa dan 4 kelurahan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kemudian, ada 5 kecamatan di kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Meliputi 4 desa dan 19 kelurahan di Kecamatan Samboja, 5 desa di Kecamatan Loa Janan, 2 desa di Kecamatan Loa Kulu, 8 desa di Kecamatan Muara Jawa, dan 1 desa di Kecamatan Sanga-sanga.

Tanggal 1 Januari 2023 KTNA Kecamatan Samboja melakukan pertemuan untuk menyusun program pengembangan pertanian terintegrasi seluas lebih kurang 200 hektar di desa Amborawang dengan pola pertanian berkelanjutan (sustainable farming) yang merupakan pertanian yang seimbang antara ekosistem, ekonomi, lingkungan dan manusia yang berkelanjutan untuk saat ini dan yang akan datang.

Cakupan kegiatan yang akan dilakukan meliputi  pertanian, perikanan, peternakan termasuk pengembangan Horticulture Estate yang sudah dimulai sejak awal tahun 2022. Pengembangan usaha pembibitan tanaman hortik dan produksi pupuk organic menjadi prioritas untuk untuk segera dikembangkan, agar petani sayur mayur yang sekarang sudah berjalan akan lebih mudah dalam memperoleh bibit dan pupuk organik.

Dari luasan 256.142 hektar daratan yang menjadi wilayah IKN ada sekitar 25.000 ha yang akan dijadikan Kawasan cadangan pangan. Areal ini tersebar di 54 wilayah administrasi baik desa ataupun kelurahan. Belum lagi kawasan lautnya seluas 56.180 hektar tempat nelayan dan pembudidaya tambak mencari nafkah. Semua perlu perhatian serius dan dukungan dari KTNA Nasional.

“Kami Petani Nelayan di wilayah kecamatan Samboja siap untuk menyongsong keberadaan Ibu Kota Nusantara” Kata Ardiansyah, ketua KTNA Kecamatan Samboja.

Ardiansyah berharap semua pengurus KTNA Kecamatan yang masuk wilayah IKN untuk secepatnya bisa mengadakan pertemuan bersama untuk menyamakan persepsi dan menyusun program kerja kedepannya. “Sambil menunggu selesainya perangkat kerja Badan Otorita dan wilayah IKN sudah benar benar secara administratif dikelola oleh Badan Otorita” lanjut Ardiansyah.

Wacana yang sempat menyeruak tentang pembentukan KTNA di wilayah IKN sepatutnya segera bisa di realisasikan, sebagai satu Kepengurusan Kelompok setingkat Provinsi. Hal ini menjadi penting mengingat KTNA adalah mitra pemerintah dalam pembangunan pertanian dalam arti luas. Dalam hal ini menjadi mitra badan otorita IKN untuk mengembangkan kawasan pangan yang tentunya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan IKN. (mh)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga