Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Kopi Banyuwangi : Robusta Rasa Kelapa

ktnanasional – JAWA TIMUR, BANYUWANGI. “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. “Padahal yang disajikan kopi robusta,” ujar penyangrai (roaster) di Desa Tamansari, Dwi Muji Prasetyo.

Banyak penikmat kopi salah mengira jenis kopi karena ada cita rasa khas yang muncul pada kopi kreasi Dwi. Lazimnya cita rasa khas itu kerap muncul pada kopi arabika. Menurut pengolah minuman kopi (barista) di sana, Taufan Romantika, setiap kopi memiliki cita rasa atau karakter masing-masing.

“Contohnya cita rasa kopi arabika ijen memiliki sensasi asam seperti jeruk,” kata Taufan. Rasa khas yang membuat penikmat kopi mengira robusta asal Desa Tamansari mirip arabika lantaran adanya sensasi cengkir atau rasa kelapa bakar saat menyeruput kopi.

Lantas apa yang memengaruhi cita rasa. Menurut Taufan sifat tanaman kopi menyerap aroma tanaman di sekitar. “Kebetulan banyak tanaman kelapa di Desa Tamansari. Letak tanaman pun biasanya berdampingan dengan tanaman kopi,” kata Taufan. Itulah salah satu faktor kopi robusta asal Desa Tamansari bercita rasa kelapa.

Dwi menambahkan, posisi kebun tepat di bawah kaki Gunung Ijen. “Tanah di kebun kopi di Desa Tamansari kaya kandungan belerang dari Gunung Ijen sehingga memungkinkan menghasilkan cita rasa kopi khas,” kata Dwi.

Menurut prosesor kopi di daerah setempat, Aris Mawardi, Pengolahan tepat juga berpengaruh terhadap rendemen dan mutu. “Jika memetik asalan (campuran buah kopi dominan hijau), rendemen dari buah ke kopi beras (greenbean) hanya 20—22%. Sementara menerapkan petik merah rendemen hingga 25%,” kata Aris.

Pengelolaan tepat itu membuahkan hasil. Pasalnya saat salah satu prosesor mencoba mengirim kopi robusta asal Desa Tamansari untuk dinilai pada acara kopi di Bali, ternyata nilainya mencapai 80. Artinya, kopi itu termasuk kategori fine robusta.

Cita rasa premium itu bukan isapan jempol. Pasalnya, pasar kopi robusta asal Desa Tamansari menjangkau mancanegara. Dwi rutin memasok 10 kg kopi robusta dalam bentuk roastbean atau kopi pascasangrai dan bubuk untuk pembeli di Hongkong saban bulan.

Dwi tidak sendiri mengisi permintaan ekspor itu. Ada pula Taufan yang kerap memenuhi permintaan negara lain seperti ke Jepang dan Selandia Baru. “Mereka mengolah kopi menjadi bahan lulur dan rum atau minuman beralkohol,” kata Taufan. (admin)

artikel ini telah tayang di trubus.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga