Minggu, 21 April, 2024

Artikel Terbaru

Korporasi Petani Bawang Merah di Brebes

ktnanasional.com – JATENG Brebes. Baru-baru ini Irwan Hidayat yang menjabat sebagai presiden direktur PT Sido Muncul mengadakan kunjungan ke kawasan budidaya Bawang Merah bersama Budiman Sujadmiko anggota DPR RI dari Fraksi PDIP di desa Sidamulya, kecamatan Wanasari kabupaten Brebes Jawa Tengah. Selama kunjungan didampingi Bambang Supartoko, kepala Pusat Penelitian Rempah Sido Muncul beserta jajaran peneliti Rempah.

Kedatangan di areal Korporasi Petani Bawang Merah disambut hangat oleh Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia Juwari. Kunjungan Direktur Sido Muncul yang tenar dengan Produknya Tolak Angin, adalah ingin melihat dari dekat dan langsung bagaimana sistem pertanian yang dikembangkan secara berkelompok besar dalam suatu kawasan yang sering disebut Corporate farming. Komoditi yang dikembangkan adalah Bawang Merah dan ini menjadi salah satu contoh dari sedikit yang ada di Indonesia. Mengingat kebanyakan pertanian masih bersifat individu dengan skala luasan sempit baik dari segi budidaya maupun ke prosesing pasca panen dan pemasaran.

Bos Sido Muncul yang akrab dipanggil Irwan sangat terkesan ketika  melihat hamparan Bawang merah yang saat ini tanam di luar musim. banyak ide dan gagasan-gagasan cemerlang dari sosok yang dikenal ramah ini muncul ketika melihat proses produksi bawang dari awal hingga siap dipasarkan. Kondisi pabrik dan operasionalnya,  walaupun masih baru dibilang sudah bagus. Gagasan dan kritik disampaikan Irwan di sela sela paparan mengenai operasional pabrik pengolahan Bawang Merah yang disampaikan oleh Juwari.

“Harus mulai difikirkan agar mulai menghitung biaya-biaya operasional baik investasi maupun modal kerjanya dan mulai untuk mandiri, Sido Muncul terbuka untuk melakukan kerjasama pemasaran”, kata Irwan.

Juwari yang juga menjadi pengurus KTNA Nasional menjelaskan jika Infrastruktur dan peralatan mesin pabrik yang ada sekarang merupakan bantuan dari pemerintah dan CSR (Corporate Sosial Responsibility) dari dunia usaha. Dijelaskan Juwari yang pernah menjadi Lurah Teladan kabupaten Brebes ingin obsesinya tercapai, yaitu bagaimana agar usaha Bawang Merah tidak hanya menghasilkan umbi segar tetapi bisa diolah dengan harapan ada nilai tambah demi kesejahteraan petani.

Bukan tanpa  dasar bahwa ketika berproses bagaimana dari bahan baku mentah setelah diolah dan mempunyai nilai tambah, maka nilai tambah yang dihasilkan akan menjadi milik petani. Untuk itu kelompok tani yang tergabung dalam Korporasi Petani sepakat untuk membentuk badan usaha berbentuk koperasi. Bahkan saat ini telah ada Perseroan Terbatas (PT) yang dibuat dan 100 % sahamnya dimiliki oleh kelompok.

Budiman Sujadmiko pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi dan dukungan atas usaha luar biasa Juwari beserta kelompoknya maupun atas turun gunungnya sang dermawan  Irwan Hidayat  yang suka berbagi  dan care dibidang sosial dan lingkungan. “Mudah-mudahan dapat mewujudkan kolaborasi kegiatan bersama yang saling menguntungkan”, kata Budiman.

Bambang Supartoko yang juga sekretaris  KTNA Jateng mengatakan   melalui Korporasi Petani sebagai sebuah upaya membuat kelompok petani dalam jumlah besar dan membekali kelompok petani tersebut dengan manajemen, aplikasi, serta cara produksi dan pengolahan yang modern.

Ketika dihubungi oleh Medkominfo KTNA Nasional, Bambang menyampaikan untuk bersama mengembalikan kejayaan rempah rempah Nusantara, tidak hanya bawang merah tetapi juga rempah lainnya yang ada di seluruh Indonesia. “Mari kita bangun kolaborasi dan kerjasama antar stake holder untuk mengembangkan bisnis rempah rempah yang ada di negara kita, kami siap membantu pemasaran produk rempah yang dihasilkan”, katanya. (admin)

Sumber : KTNA Provinsi Jawa Tengah

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga