Jumat, 31 Mei, 2024

Artikel Terbaru

KTNA Batu Bara Hadiri Kenduri Jamu Sawah

ktnanasional – SUMATERA UTARA, BATU BARA. Tradisi jamu sawah merupakan dari bentuk syukur para petani terhadap Allah SWT atas nikmat dan rezeki yang diberikan, kegiatan ini kerap sekali dilakukan oleh para petani di daerah.

Menurut mereka kegiatan ini menjaga agar sawah tidak mendapat bencana dan memberikan hasil yang berlimpah.

Kenduri jam sawah merupakan budaya yang harus dijaga dan dipertahankan, demikian yang disampaikan kepada Desa Sidomulyo saat menghadiri acara kenduri jamu sawah di Dusun IV.

Tampak hadir di acara tersebut kepala BPP Sei Balai Misliadi.SP,  para PPL Kecamatan, Ketua KTNA Sei Balai, Camat Sei Balai Wala Wali Sagaala, Ketua Gapoktan Sidomulyo yang juga merupakan ketua harian KTNA Batubara Ardi Winoto, Pengurus P3A, Para Kelompok Tani dan masyarakat petani lainnya.

Pada sambutannya Kades Sidomulyo mengatakan jamu sawah atau tepung tawar merupakan ungkapan rasa syukur para petani, kita harus tetap melaksanakannya ketika akan turun ke sawah supaya budaya jamu sawah tetap lestari dan tidak punah.

Kepada petani Kades Sidomulyo berpesan “tetaplah patuhi aturan pola tanam yang dianjurkan pemerintah begitu juga kita berharap PPL lakukan pengawasan di lapangan semaksimal mungkin Agar tanaman padi petani terus terpantau, apa yang menjadi kendala pada tanamannya” Pinta Kepada Desa.

Di tempat berbeda Ketua KTNA Batubara Bung Gatot Bentoro Beliau mengatakan “Jamu sawah merupakan kebiasaan yang tak dapat ditinggalkan, kegiatan terus dilakukan para petani pasca panen saat akan memulai memasuki musim tanam”.

Dengan dilaksanakannya kegiatan seperti ini, yang dihadiri perwakilan dari instansi pemerintah terkait kami berharap keluhan petani dapat dijawab dan dimengerti.

Gatot juga berharap Pemkab Batubara bisa segera mengatasi masalah kelangkaan pupuk, pasalnya pupuk ini menjadi problem utama di tengah-tengah petani yang ada.

Selain itu diharapkan kepada para Kepala Desa agar benar-benar berpihak kepada petani, Sebagai pemegang anggarang, disitu dijelaskan 20% dari Dana Desa disebutkan untuk ketahanan pangan tentu perlu dilirik apa yang menjadi kebutuhan petani.

Menurut Gatot dana tersebut boleh digunakan kegiatan fisik seperti peningkatan jalan usaha tani dan lain sebagainya tutupnya.

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga