Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

KTNA Blora Gelar Halal Bihalal dan Diskusi Pertanian

ktnanasional.com – JATENG Blora.  Halal bihalal Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Blora diinisiasi dan disponsori oleh seorang tokoh dan pengusaha non muslim Bambang Suharto.

Hal itu patut menjadi teladan, motivasi dan inspirasi bagi kita semua, di tengah keberagaman masyarakat yang saat ini sedang berada di tahun politik khususnya masyarakat di Bumi Samin Blora Mustika Jateng.

Agenda tersebut digelar, Sabtu (29/4/2023) di Buonasera Resto Cafe Kota Blora.

Sosok Bambang Suharto, seorang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap nasib petani yang saat ini masih perlu mendapat perhatian, bimbingan dan bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Di samping itu keseharian Bambang Suharto pimpinan CV Sumber Tani yang bergerak di bidang agribisnis komoditas jagung yang memiliki mesin pengering jagung berkapasitas 300- 400 ton per hari. Ia juga sebagai Dewan Penasehat KTNA Kabupaten Blora.

Kegiatan Halal bihalal dihadiri oleh Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (P4) Kabupaten Blora H. Gundala Wejasena dan sebagian anggota beserta pengurus KTNA Kabupaten Blora.

Dalam mengawali kegiatan Ketua KTNA Kabupaten Blora Sudarwanto menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dan bantuan Bambang Suharto sehingga acara nguri-uri budaya bisa terwujud.

“Saya sangat berharap kegiatan semacam ini bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan dan semangat baru dalam berkiprah dan berkarya nyata untuk memberikan kontribusi positif bagi kemajuan petani di Kabupaten Blora,” kata Sudarwanto.

Kemudian dilanjutkan ungkapan dan motivasi dari Bambang Suharto selaku pemrakarsa dan sponsor tunggal.

Dirinya mengungkapkan bahwa kegembiraan dan kebahagian adalah milik kita semua. Sehingga sebagai wujud ungkapan tersebut ia dengan tulus ikhlas ingin berbagi dengan cara menyelenggarakan kegiatan halalbihalal.

“Dengan harapan semoga makin memperteguh dan mempererat tali persaudaraan kita untuk saling mengungkapkan permohonan maaf dan rasa kegembiraan,” tuturnya.

Di samping itu dirinya mengingatkan kepada seluruh pengurus dan anggota KTNA bahwa tiga minggu lagi di Blora akan memasuki penen raya jagung, mengajak dan memotivasi agar dapat memanfaat peluang tersebut melalui kegiatan pembelian hasil panen jagung dari para petani.

“Bila para pengurus dan anggota KTNA dapat menyalurkan hasil panen jagung petani dijual langsung ke CV Sumber Tani dengan harga yang berlaku di pasaran maka akan mendapat tambahan insentif harga yang dapat menambah pendapat keluarga,” tambahnya.

Apalagi ditangani oleh Koperasi KTNA yang saat ini sudah berbadan hukum maka akan memberi kontribusi positif bagi penambahan pemasukan dana ke Koperasi KTNA.

Kalau ajakan itu dapat terealisasi berarti KTNA Blora sudah bisa membantu petani jagung dalam kesulitan di bidang pemasaran jagung. Ia memberi quota kepada KTNA setiap kecamatan dari 16 kecamatan di Kabupaten Blora adalah 200 ton per bulan.

Selain itu Bambang Suharto juga mengajak kerjasama dengan KTNA Blora dalam pengembangan di bidang ternak sapi dan domba di wilayah Greneng Kecamatan Tujungan.

Upaya pengembangan ternak sapi dan domba di wilayah Greneng atas petunjuk  Profesor Ali Agus dari UGM yang merupakan putra daerah Blora.

Karena di wilayah tersebut Bambang Suharto sudah memiliki lahan seluas 15 ha yang saat ini sudah dikembangkan tanaman buah buahan mulai dari tanaman alpukat, kelengkeng, durian, jambu kristal, sawo, mangga dan srikaya. Bahkan bercita-cita ke depan wilayah Greneng jadi wisata agriwisata yang edukatif dan mampu memberi nilai manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Sementara arahan dari H. Gundala Wijasena, memberi apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan Halal bihalal yang dikemas dengan cara inovatif dan kreatif.  Karena selain untuk meningkatkan silaturahmi juga dapat dimanfaat untuk kepentingan para anggota dan pengurus KTNA.

Gundala Wejasena menekankan agar ke depan Blora harus bisa memanfaat potensi yang ada untuk menggunakan pupuk kandang/pupuk organik dalam berusaha tani karena Blora dikenal sebagai gudangnya ternak Jawa Tengah.

Bahkan baru baru ini Presiden Joko Widodo dalam memimpin rapat terbatas bersama jajarannya di Istana Merdeka meminta pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia dengan meningkatkan penggunaan pupuk organik bagi para petani.

Pengalaman masa lalu ternyata penggunaan pupuk an-organik belum memberikan hasil produksi yang memuaskan sebagai dampak dari lahan/tanah sudah banyak mengalami kerusakan.

Gundala Wejasena juga meminta agar penggunaan pupuk organik harus sudah menjadi prioritas dan sasaran utama dalam budi daya tanaman pangan.

“Kalau perlu kita harus mampu memproduksi pupuk organik untuk kebutuhan sendiri dan memberikan contoh nyata bahwa penggunaan pupuk organik mampu memberikan produksi yang menguntungkan dan sekaligus untuk memperbaiki kerusakan tanah,” tegasnya.

Pada kesempatan sama, Bambang Sulistya selaku penasehat KTNA Kabupaten Blora meminta kepada seluruh peserta yang hadir untuk belajar bersyukur atas realita saat ini kita bisa menyelenggarakan Halal bihalal yang bersejarah karena prakarsa dan mendapat batuan sepenuhnya dari  Bambang Suharto yang non muslim.

“Barangkali itu teladan toleransi yang patut kita jadikan perekat kebersamaan, kekeluargaan dan kerukunan di masyarakat,” tuturnya.

Di samping itu melalui kegiatan Halal bihalal kita memperoleh berbagai motivasi dari Kepala Dinas P4 kabupaten Blora dan kesempatan atas tawaran yang diberikan oleh Bambang Suharto untuk berkiprah dalam pemasaran jagung petani guna membatu masyarakat petani.

“Berkenaan dengan hal tersebut saya sangat mengharapkan kepada peserta Halal bihalal agar bisa memanfaat akronim KTNA sebagai spirit perjuangan dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Yaitu

K: Komitmen kita selaku pengurus dan anggota KTNA harus memiliki semangat pengabdian yang tinggi dalam mendukung dan membatu petani agar kehidupan mereka semakin sejahtera, termasuk harus bisa menangkap peluang yang ditawarkan untuk membantu penanganan pemasaran pembelian hasil jagung petani dan ikut berperan aktif mensosialisasikan penggunaan pupuk organik dalam berusahatani di Kabupaten Blora.

T: Tanggap dalam mensikapi persoalan/masalah yang sedang dihadapi oleh petani utamanya ketersediaan sarana produksi dan pemasaran hasil produk petani disamping berbagai ancaman, hambatan dan gangguan hama dan penyakit.

N: Niat baik dalam memperjuangkan petani adalah berbagai upaya yang dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan petani. Termasuk berkiprah dalam mengikhtiarkan agar berbagai kelemahan yang selama ini dihadapi petani dapat diatasi baik persoalan permodalan maupun dalam hal teknologi dan pemasaran hasil.

A: Aktif bersilaturahmi untuk membangun kemitraan dan meningkatkan komunikasi yang ramah lingkungan kepada para petani.

Halal bihalal diakhiri dengan acara diskusi yang memberikan gambaran riil di masyarakat bahwa saat ini para peternak sapi di Kabupaten Blora masih dihantui oleh penyakit PMK dan penyakit lato lato yang perlu penanganan intensif.

Hadirnya pemerintah daerah untuk memberikan dukungan dan bantuan penanganan penyakit tersebut terus dimaksimalkan. (*)

sumber InfoPublik.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga