Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

KTNA Dukung Petani Sebagai Penggerak Inflasi hingga Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Madiun

ktnanasional – MADIUN. Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mencatat, hampir 60 persen penduduk Kabupaten Madiun memiliki mata pencaharian sebagai petani.

Oleh karena itu, Ketua KTNA Kabupaten Madiun Suharno mengatakan, pihaknya bersinergi dengan Dinas Pertanian, dan Dinas Ketahanan Pangan, terus memberikan support kepada petani.

“Dukungan yang diberikan agar menanam tanaman pangan, supaya sukses. Semua yang menjadi permasalahan petani bisa segera diselesaikan,” ujar Suharno, Jumat (3/11/2023).

Menurutnya, KTNA mendukung petani dalam memberikan informasi, maupun segala perkembangan teknologi pertanian yang terbaru.

“Kami bekerja sama dengan stakeholder terkait di Kabupaten Madiun, agar bisa mengakumulasi berbagai hal yang belum ditembus masyarakat, atau kelompok tani. Sehingga kami bisa mencari solusi,” jelasnya.

“Kami terus memberikan motivasi kepada berbagai elemen, melalui penyuluhan dan lain sebagainya untuk tetap menanam. Terutama ketika memasuko musim kemarau ketiga, tidak kurang dari 11.000 hektar,” sambung Suharno.

Meski KTNA sudah melakukan sejumlah upaya, Suharno menilai, peran pemerintah juga diperlukan untuk mensejahterakan para petani.

Suharno juga berpendapat, Pemerintah Kabupaten Madiun lewat APBD perlu melakukan perbaikan tanah. Dari situ nantinya dapat meningkatkan jumlah produksi.

“Hasil produksi berorientasi antara 8 ton per hektar. Kami pacu semua hal terkait, bersama kedua dinas tersebut,” tegasnya.

Dirinya berharap kepada dewan untuk mendorong anggaran yang memadai, agar kebutuhan petani bisa terpenuhi.

“Seperti anggaran irigasi, alsintan, pasca panen, perbaikan saluran, dan kesehatan tanah yang bisa dijaga dengan organik,” tuturnya.

“Dengan upaya tersebut, maka hasil pertanian bisa kembali lagi. Tidak seperti sekarang cuma 4 sampai 5 ton, bahkan bisa maksimal sampai, 7 sampai 8 ton per hektar kering sawah,” sambung Suharno.

Disamping itu, ketika Kabupaten Madiun mengalami inflasi, Suharno menilai, kebutuhan pangan dan lain sebagainya sangat tinggi sekali.

“Sehingga perekonomian perlu digiatkan, agar dapat menghasilkan produk yang bisa dinikmati, dan bisa dijual oleh petani kepada konsumen,” ungkapnya.

Soal Operasi Pasar Murah, Suharno menilai belum bisa menyelesaikan secara mendasar. Serta belum signifikan dalam menekan harga bahan pokok, dan inflasi.

“Disatu sisi, memberikan stimulan kepada masyarakat agar tidak terlalu terbebani kebutuhan sehari hari,” pungkasnya. (admin)

Artikel ini telah tayang di surabaya.tribunnews.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga