Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

KTNA Jabar Pastikan Mekanisasi Pertanian di Sentra Produksi Berjalan Masif

ktnanasional – JAWA BARAT, BANDUNG. Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat, Otong Wiranta memastikan penggunaan alat mesin pertanian atau mekanisasi di wilayah sentra produksi pertanian Jawa Barat berjalan secara masif. Dia menyebut, penggunaan mekanisasi memiliki dampak positif terhadap perkembangan produksi yang terus meningkat di setiap tahunya.

“Secara persentase angka produksi di wilayah kami meningkat karena para petani mampu mengoperasikan mekanisasi hasil bantuan pemerintah,” ujar Otong, Kamis, 1 Februari 2024.

Otong mengatakan, pemerintah sejauh ini memiliki perhatian yang sangat besar terhadap nasib petani di Jawa Barat. Di antaranya adalah akses petani terhadap saprodi berupa pupuk, benih sampai bantuan alsintan seperti combain harvester yang mampu menambah produksi jika menggunakan power thrasher.

“Alhamdulillah produksi di bandung raya menjadi lebih cepat dan hasilnya berdampak langsung pada nilai kesejahteraan petani,” katanya.

Pemerhati Pangan yang juga Sekjen Komunikasi Kerukunan Antar Suku (FKKAS), Achmad Sazali menilai langkah yang dilakukan pemerintah dalam menggencarkan teknologi mekanisasi sebagai konsep pertanian modern adalah langkah yang sangat tepat bagi kemajuan masa depan bangsa.

Karena itu, bagi Sazali, pemerintah selama 10 tahun terakhir telah memperkuat pondasi pertanian menjadi lebih modern. Dia berharap, pembangunan pertanian mendapat dukungan yang lebih kuat dari semua pihak.

“Mekanisasi itu menghemat biaya produksi dan juga mampu menekan losses,” katanya.

Diketahui, penggunaan mekanisasi mampu meningkatkan luas lahan yang menyempit akibat konversi yang setiap tahunnya mencapai 110.000 hektare. Mekanisasi juga membuat usaha tani lebih efisien karena mampu menurunkan losses.

Untuk diketahui, potensi industri alat dan mesin pertanian di Indonesia cukuplah besar. Saat ini jumlah industri berskala besar mencapai 3 perusahaan dengan kapasitas produksi mencapai 955.550. Sedangkan untuk kapasitas perusahan menengah mencapai 30 dengan kapasitas produksi 135.000. Adapun untuk skala kecil atau bengkel alsintan mencapai 1063 dengan kapasitas produksi 15.000.

Sementara untuk jenis alsintan yang diproduksi meliputi engine, traktor, dryer, combane harvester, pompa air, mesin pengering, threster dan pemipih jagung.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) juga sudah mendistribusikan bantuan mekanisasi sejak 2015 hingga 2021. Untuk bantuan traktor roda empat mencapai 13.878, traktor roda dua 152.779, pompa air 121.574, rice transplanter 20.653 dan hand spayer mencapai 167.142. (admin)

artikel ini telah tayang di harianmassa.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga