Jumat, 23 Februari, 2024

Artikel Terbaru

KTNA JATIM: Pertanian Jawa Timur Memiliki Peran Penting dalam kontribusi Ketahanan Pangan Nasional

ktnanasional.com – JATIM Kota Batu. Sektor Tanaman Pangan Menjadi Prioritas Program KTNA Jawa Timur.  Menyikapi dari pada wacana untuk pencabutan subsidi pupuk ini memang ada dua hal yang perlu kami sampaikan, secara urgen dan harus diikuti benar-benar dampak kepada organisasi KTNA.

Pendapat  pertama dari petani yang  pro untuk  Mencabut pupuk subsidi  itu memang ada beberapa argumen atau alasan pertama yaitu sulitnya sampai saat ini regulasi Tata Niaga  penebusan pupuk di tingkat petani ketika petani membutuhkan pupuk.

Yang kedua adalah alokasi di tingkat petani yang tidak sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok  (RDKK) yang dibuat oleh petani sehingga harapan petani itu menjadi kekecewaan.

Dan Ketiga terkait dengan komposisi pupuk yang berubah dari NPK 15 15 menjadi 15 10 12 ini juga menjadikan petani hanya didominasi dengan pupuk   yang memiliki kandungsn unsur Nitrogen tinggi   malah Menjadi mala petaka bagi para petani yang terbukti pada MT1 dan MT2 2022 ini banyak kegagalan-kegagalan panen di berbagai daerah. Belum tingkat daya tahan tanaman yang menurun  menjadi gagal panen.

Kondisi banyaknya gagal panen padi diberbagai daerah menjadi peluang para importir punya alasan kuat  melakukan   impor beras karena  disparitas harga antara produk beras nasional dan beras impor  terlalu jauh antara subsidi dan non subsidi ini menjadi 5 kali lipat.

Pada sisi yang lain  carut-marut daripada distribusi pupuk mulai daripada SK mentan, SK gubernur, SK bupati yang tidak sama  dan tidak mencerminkan kenyataan yang ada di lapangan dari kebutuhan pokok petani.  Dengan berbagai alasan dan kondisi diatas KTNA Jawa Timur  mengharapkan agar pupuk subsidi itu segera dicabut.

Beberapa solusi yang ditawarkan setelah pencabutan  pupuk subsidi, dana alokasi pupuk subsidi dialihkan ke subsidi panen atau subdidi pemasaran. Hal lain yang perlu diperhitungkan dari dampak adanya  pencabutan pupuk subsidi  adalah Solusi mengalihkan kios pengecer pupuk subsidi  menjadi pengecer pupuk non subsidi, demikian juga di tingkat distributor.

Solusi lain  yang bisa dilakukan dari dana subsidi pupuk yang setahunnya mencapai 25 triliun,  digunakan untuk membangun Badan Usaha Milik Petani (BUMP) badan usaha yang fungsinya untuk menyerap dan menyimpan  hasil pertanian di wilayah masing-masing. Peran penting BUMP akan dirasakan manfaatnya ketika panen raya di mana yang paling krusial adalah di bulan Februari Maret, disini BUMP akan berperan sebagai off taker yang handal tentu harus didukung manajemen kuat.

Pada saat panen banyak hujan muncul permasalahan pada pengeringan hasil panen, disini juga di tuntut peran BUMP untuk membangununit unit pengeringan dan penyimpanan gabah. Pada saat petani panen raya hujan masih banyak kebutuhan uang mendesak untuk menggarap sawahnya lagi, inilah hal-hal sekilas yang perlu diperhatikan Pasca Pencabutan Pupuk Non Subsidi. (epa)

Warta KTNA  JATIM

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga