Jumat, 31 Mei, 2024

Artikel Terbaru

KTNA KALTIM : Mewujudkan Kemandirian Pangan di Kaltim

ktnanasional – KALIMANTAN TIMUR, SAMARINDA. Sebagaimana yang kita ketahui bersama Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) adalah organisasi profesi petani nelayan yang independen yang berorientasi pada kegiatan sosial ekonomi di sektor pertanian, perikanan dan kehutanan serta berbudayakan agribisnis berbasis dipedesaan dan berwawasan lingkungan.

Sebagai salah satu kelembagaan pertanian, peran serta Kelompok KTNA Kalimantan Timur yang merupakan kumpulan Petani Nelayan atau “Pelaku Utama” usaha disektor pertanian dalam arti luas sangat penting dalam hal penyediaan pangan.

Sebagai komponen utama pada pembangunan sektor pertanian, eksistensi Petani Nelayan perlu mendapat perhatian, agar “kemandirian pangan” di Kalimantan Timur dapat terwujud.

Dalam kesempatan Pertemuan Teknis Kelembagaan se Kalimantan Timur, Pengurus Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kalimantan Timur mengidentifikasi banyak hal yang menjadi tantangan dalam pembangunan pertanian di bumi etam ini.

Dipimpin langsung oleh Ketua dan Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kalimantan Timur H.Anwar dan Parasian Marpaung beserta pengurus Provinsi dan Ketua KTNA Kabupaten/Kota se-Kaltim pertemuan tersebut berjalan dengan lancar dan penuh rasa kekeluargaan.

Disampaikan oleh Anwar jika dilihat luas kawasan pertanian tanaman pangan dan holtikultura sebesar 412.095 Ha atau 3,23% dari total kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) tidak sebanding dengan luas lahan pertanian tanaman pangan dan hortikultura saat ini hanya sebesar 40.944 ha, apabila dikonversi dengan jumlah petani nelayan sebanyak 200.780 artinya setiap petani hanya memiliki 0,2 ha.

“Tentunya jauh dari harapan sejahtera. Berdasarkan data BPS, kepemilikan lahan petani rata-rata hanya 0,2 ha”kata Anwar.

Pembangunan sektor pertanian di Kalimantan Timur, tidak terlepas dari beberapa persoalan yang sangat krusial selama ini seperti alih fungsi lahan pertanian (penyusutan lahan tanaman pangan), alih fungsi komoditi tanaman pangan/hortikultura (berganti menjadi komoditi sawit dll), alih fungsi profesi petani (berkurangnya minat berusaha tani khususnya petani padi) dan permasalahan klasik lainnya seperti ketersediaan pupuk, tingginya harga sarana produksi pertanian, rendahnya SDM Petani Nelayan, minimnya sarana prasarana dan infrastruktur pertanian, hal ini berdampak pada hasil produktivitas pertanian yang rendah, sehingga hasil produksi pertanian menurun, belum lagi fenomena perubahan iklim yang disebabkan El Nino telah memicu kekeringan dan kemarau panjang di beberapa wilayah di Indonesia termasuk Kaltim yang mengakibatkan banyak gagal panen (puso).

Ketua KTNA Kaltim (berdiri) H.Anwar dan Sekretaris KTNA Kaltim Parasian Marpaung, saat memimpin pertemuan

Beberapa poin masukan Kelompok KTNA Kaltim kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Pangan, TPH Kaltim pertama Implementasi PLP2B (Perda No. 1 Tahun 2013 tentang PLP2B), Kedua penerapan mekanisasi dengan penyediaan alsintan modern yang sesuai dengan kondisi Kaltim, Ketiga pemberian insentif untuk petani tanaman pangan (padi), Keempat peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 2x menjadi 3x sampai 4x IP, Kelima memperluasan luas areal tanam (ekstensifikasi) dengan memanfaatkan lahan-lahan pertanian potensial maupun lahan lahan marginal, Keenam peningkatan infrastruktur, sarana dan prasarana pertanian, perbaikan irigasi pertanian dan bendungan serta menambah bendungan atau embung pertanian, Ketujuh permudahan dalam mendapatkan KUR, Kedelapan Peningkatan kapasitas petani nelayan dan kelembagaannya, Kesembilan mengenai Offtaker (jaminan pasar) dan terakhir keterlibatan kelembagaan KTNA dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan sektor pertanian dalam arti luas.

Sebagai mitra pemerintah dalam membangun sektor pertanian, peran Kelompok KTNA Kaltim sangat besar untuk mewujudkan “Kemandirian Pangan” di Kaltim.

“Kita akan berperan aktif untuk mewujudkan Kemandirian Pangan di Kaltim, bersama kita akan melakukan Konsolidasi Internal kelompok, Konsolidasi kelembagaan Petani Nelayan yang ada selain KTNA serta mengkonsolidasi Lahan Pertanian yang sudah ada untuk mewujudkan kemandirian pangan”ucap Marpaung saat menutup pertemuan tersebut. (admin).

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga