Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

KTNA Sragen The Experience 2023 Resmi Dibuka Bupati

ktnanasional.com – JATENG Sragen.  Bertepatan dengan hari TNI 5 Oktober 2023 KTNA Sragen The Experience 2023 resmi dibuka oleh bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Sasana Manggala Sukowati.

Dalam sambutannya bupati yang akrab disapa Yuni mengatakan, senang bertemu petani dan mengapresiasi KTNA yang menggelar ekspo secara swadaya. “Tema yang diangkat KTNA ini memang relevan dengan kondisi Indonesia. Kondisi sekarang negara-negara sedang perang memperebutkan pangan. Indonesia sekarang jumlah penduduknya sudah 270 juta jiwa dengan karakteristik masyarakat dan luas wilayah yang besar, maka kedaulatan pangan menjadi penting,” ujar Yuni.

Lebih jauh Bupati juga curhat soal status Sragen yang menjadi penyangga pangan terbesar kedua di Jateng setelah Cilacap dan kesembilan secara nasional, namun tidak mendapatkan hak istimewa.  Sragen juga disebutnya dipaksa menyediakan lahan sawah yang dilindungi (LSD) sampai puluhan ribu hektare dan tidak boleh beralih fungsi, bahkan lahan tidak subur pun masuk LSD.

Jika dihitung-hitung, sambungnya, Sragen lebih menguntungkan  jadi kabupaten industri ketimbang agraris. Jadi, jika ingin Sragen terus jadi kabupaten agraris maka pemerintah pusat perlu menunjukkan komitmennya pada Sragen.

Bupati berharap keinginannya dan petani Sragen didengarkan pemerintah pusat lewat pejabat Kementerian Pertanian dan KTNA nasional yang hadir. “Harusnya pemerintah pusat itu bisa melihat misalnya 10 kabupaten penyangga pangan nasional apa pun permintaannya dicukupi. Mudah-mudahan ini didengar pusat. Nanti hasil diskusi di KTNA eskpo ini disampaikan ke Presiden dan ditambahkan adanya tambahan pupuk subsidi untuk Sragen sebagai privilege kabupaten agraris,” jelasnya.

Sebelumnya keyua KTNA Kabupaten Sragen Suratno selaku ketua Panitia melaporkan kegiatan ini dapat terselenggara karena kolaborasi dengan pelbagai fihak. Dalam kesempatan ini Suratno juga menyampaikan kondisi harga gabah di wilayah Sragen.

Produksi padi di Sragen pada 2022 turun karena kondisi tanah yang mengindikasikan kekurangan zat-zat yang dibutuhkan tanah. Ia menyebut hal ini disebabkan jumlah alokasi subsidi pupuk tidak sesuai dengan kebutuhan petani. Suratno mengaku sudah berkirim surat kepada Presiden dengan tembusan Kementerian Pertanian dan Gubernur Jawa Tengah hingga Bupati agar kebutuhan pupuk bersusidi dipenuhi.

“Kami juga sudah membuat analisis usaha tani dengan asumsi tanpa pupuk bersubsidi membutuhkan biaya produksi Rp34 juta per hektare. Bila asumsi produktivitas 6 ton per hektare maka harga gabah kering panen Rp5.625/kg baru impas dengan biaya produksinya. Hari ini, harga GKP Rp7.200/kg sehingga petani tanpa pupuk bersubsidi pun sudah bisa menikmati hasilnya. Kami meminta harga GKP ini dipertahankan supaya petani sejahtera,” ujarnya.

Mewakili Kepala Badan PPSDMP kementan, Budi Purwo Widiarso Direktur 3 POLBANGTAN Yoma menyampaikan kepala Badan tidak dapat menghadiri dikarenakan sedang berada di luar negeri mewakili Menteri Pertanian.

Disampaikan regenerasi petani, alih fungsi lahan, kekeringan menyebabkan dibeberapa tempat tidak bisa menanam, termasuk permasalahan pupuk subsidi. Badan SDM secara kontinyu melakukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan SDM, Genta organik untuk memecahkan permasalahan pupuk.

Hadir dalam KTNA Sragen The Exporience 2023 di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen, Ketua Umum KTNA Nasional yang kali ini diwakili oleh H. Otong Wiranta. KTNA bersiap untuk menjadi Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) di lapangan, untuk menyikapi kekurangan penyukuh di lapangan.

Salah satu upaya untuk menekan biaya produksi salah satunya dengan menjalankan pertanian presisi. Dengan peralatan mekanisasi pertanian yang semakin maju akan lebih memudahkan dalam bertani.

Dari data kondisi El Nino saat ini 5-7 persen dari luas lahan komoditi padi terdampak El Nino, sementara sisanya yang tidak terdampak. Bisa menikmati hasil karena produksi per hektar meningkat, terutama di persawahan dengan irigasi sehingga air tersedia dan penyinaran matahari pada intensitas tinggi.  Harga GKP saat ini yang tembus diatas Rp. 7.000/kg menjadi berkah untuk petani.

“Kekompakan dan kolaborasi KTNA di Sragen sudah terbukti, ini harus terus di pertahankan,” tutup Otong. (mh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga