Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

KUDU SILIH ASIH, SILIH ASAH JEUNG SILIH ASUH

ktnansional.com – Diartikan secara bebas, peribahasa yang jadi judul tulisan kali ini adalah saling mengasihi, saling mengajari, dan saling menjaga satu sama lain. Dalam beberapa literatur yang ada, silih asih, silih asah dan silih asuh terkategorikan ke dalam kelompok budaya adiluhung. Pernyataan ini penting dicermati, karena tidak semua peribahasa Sunda memiliki nilai-nilai adiluhung.

Adiluhung dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti suatu hal yang bermutu tinggi dan wajib dipelihara. Maka yang disebut dengan budaya adiluhung adalah budaya yang memiliki nilai dan kualitas yang tinggi, berharga dan harus dipelihara oleh masyarakat. Dalam bahasa yang lain dapat pula digambakan bahwa budaya adiluhung merupakan jati diri bangsa yang berdasar sikap cinta bangsa, cinta kesatuan, bahasa, dan dasar dari budaya nasional. Fungsi strategi dalam membangun kehidupan bangsa ini tidak boleh hilang.

Negeri dan bangsa ini memiliki banyak budaya adiluhung. Setiap suku bangsa, dari Sabang hingga Merauke, akan memiliki budaya adiluhung yang tumbuh dan berkembang di daerah masing-masing. Sebut saja yang ada di Jawa Barat. Dalam kehidupan masyarakat Sunda, dikenal ada nya perilaku SILIH ASAH, SILIH ASIH DAN SILIH ASUH. Prinsip ini melekat dalam tata kehidupan masyarakat Jawa Barat.

Silih Asah maksud nya saling menempa dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi. Silih Asah inilah yang membuat warga Jawa Barat untuk selalu berikhtiar menghasilkan inovasi. Apa yang terjadi di luar Jawa Barat perlu dikejar, sekali pun hal itu berada di ujung dunia. Dengan Silih Asah, kita berkeinginan agar masyarakat Jawa Barat tidak tertinggal oleh perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Silih Asah juga membuat kita akan mampu membaca tanda-tanda jaman yang tengah bergulir. Kekuatan asah ini akan membawa kita ke sebuah suasana untuk mampu mengikuti perkembangan jaman. Sebagai bangsa yang ingin dihormati oleh bangsa-bangsa lain di dunia, tidak boleh tidak kita harus terus mengasah pemikiran agar selalu menyesuaikan dengan perkembangan jaman yang bergulir sangat cepat.

Silih Asih, makna nya sebagai anak bangsa, kita harus saling mencintai. Semua sikap, tindakan dan wawasan seseorang perlu dilandasi oleh prinsip kasih sayang. Tidak boleh ada rasa dengki. Setiap ada masalah, selesaikanlah dengan musyawarah dan mufakat. Voting sedapat mungkin dihindari. Kaedah demokrasi, bukan diukur oleh menang atau kalah.

Namun yang lebih diutamakan adalah kebersamaan untuk meraih cita-cita bersama. Silih Asih harus diawali oleh rasa saling percaya. Sifat asih akan muncul manakala seseorang memiliki kepribadian yang kuat untuk saling memberi dan saling menerima. Dalam bahasa Parahyangan nya butuh ‘kejembaran manah”. Sebelum menyelami hati orang lain, kita harus mampu memiliki hati yang tulus untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Silih Asuh menggambarkan soal proses belajar antara generasi terdahulu dengan generasi penerus nya. Sikap mengayomi menjadi prinsip bagi senior untuk membimbing para yunior nya. Masyarakat Jawa Barat tahu persis bagaimana seharus nya proses alih generasi berjalan dengan prinsip kekekuargaan dan keguyuban. Generasi penerus akan memberi penghormatan kepada generasi pendahulu nya.

Budaya persaingan tiidak diutamakan dalam setiap alih kepemimpinan. Semua diselesaikan dengan dasar-dasar pengasuhan yang baik. Komunikasi yang berkualitas menjadi syarat penting dalam mengarungi kehidupan. Itu sebab nya dikenal istilah ” hade ku omong goteng ku omong”. Arti nya, semua masalah harus selesai lewat pembicaraan. Tidak boleh lewat tindakan atau diselesaikan lewat hal-hal yang sangat tidak terpuji.

Selain penting nya dihayati tentang Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh, ada nilai kehidupan dalam masyarakat Jawa Barat yang disebut dengan “silih wawangi”. Arti nya, sesama anak bangsa, kita wajib saling mengharumkan. Jangan sekali-kali saling menjelekan.

Saling mengharumkan adalah prinsip penting dalam rangka membangun kebersamaan dan persahabatan yang abadi. Silih Wawangi, sudah seharus nya menjadi perilaku bangsa yang perlu dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengimplementasikan budaya adiluhung dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat, pada hakekat nya merupakan langkah yang cukup tepat untuk mempercepat terwujudnya cita-cita bangsa ke arah yang diinginkan. Budaya adiluhung Jawa Barat seperti Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh serta Silih Wawangi adalah nilai-nilai kehidupan yang sarat akan bungkusan etik dan moral.

Hal ini menarik untuk diresapkan. Sebab, bangsa yang telah menjadikan Pancasila sebagai ideologi negara, tentu menghayati benar apa-apa yang tersurat dari masing-masing sila yang ada di Pancasila tersebut. Setiap sila yang berada dalam Pancasila, betul-betul penuh dengan nilai-nilai sakral yang tidak mungkin kita tolak keberadaan nya. Pancasila memberi arahan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara tidak mungkin lepas kaitan dari hubungan dengan sang Pencipta dan yang diciptakan nya (hablu minnalloh dan hablu minnanas).

Itu sebab nya, penghayatan yang mendalam terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam budaya adiluhung, perlu terus dilakukan. Kita jangan pernah merasa bosan untuk membewarakan nya. Kaum milenial perlu diingatkan tentang penting nya budaya adiluhung dalam kehidupan. Secanggih apa pun teknologi yang dihasilkan, tetap harus menapak pada nilai-nilai budaya adiluhung. Kaum milenial sepantas nya jangan melupakan keberadaan budaya yang cukup berharga ini.

Ketahanan bangsa, di tengah-tengah perubahan lingkungan strategis yang berlangsung sangat cepat menuntut kepada warga bangsa, untuk siap melakukan penangkalan sekira nya perubahan itu mengandung materi yang tidak senafas dengan nilai-nilai budaya bangsa. Kemajuan dan perkembangan teknologi informasi, meminta kehati-hatian dari kita untuk menerima nya. Cukup banyak materi yang dihasilkan teknologi informasi yang bertabrakan dengan nilai etik dan moral bangsa.

Tersedia nya situs porno atau tindak kekerasan yang begitu gampang di akses, menyebabkan kita harus melakukan pengawasan ekstra ketat terhadap pengguna internet yang masih di bawah umur. Memang, Pemerintah telah melakukan pemblokiran terhadap situs-situs porno atau situs-situs yang radikal dan mengedepankan unsur kekerasan, namun dengan kecaggihan nya, mereka mampu membuka pemblokiran tersebut.

Sungguh banyak budaya adiluhung yang kita miliki. Keberadaan nya tentu harus kita jadikan sebagai nilai-nilai kehidupan yang sangat berharga. Kita jangan sampai melupakan atau bahkan menghilangkan nya. Sebagai hasil karya, cipta dan karsa, budaya adiluhung lahir atas tatanan nilai yang tumbuh dan berkembang didalam masyarakat. Ini menarik, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga dan memelihara budaya nya, terutama budaya adiluhung.

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

(PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR KTNA JAWA BARAT).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga