Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Kunjungan Ketua Umum KTNA Nasional ke Tasikmalaya

ktnanasional.com – TASIKMALAYA.  Minggu 02 Juli 2023 Ketua Umum (Ketum) KTNA Nasional M. Yadi Sofyan Noor mengadakan kunjungan ke Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya. Ketum didampingi oleh Sekretaris Jenderal KTNA Nasional, H. Kusyanto dan H. Otong Wiranta ketua KTNA Jawa Barat. Banyak hal yang dibahas dalam kunjungan singkat rombongan KTNA kali ini.

Dalam kunjungan kali ini rombongan disambut di pendopo kediaman Alm. H. Oyon Tahyan, Ketua Umum KTNA Nasional yang pertama. Sambas Abdul Farid, Ketua KTNA Kabupaten Tasikmalaya sebagai tuan rumah kali ini didampingi oleh kepala dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya lengkap bersama jajarannya. Menyusul hadir dalam pertemuan ini Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Mohamad Zen, yang pada hari libur masih bisa menyempatkan waktu untuk turut menghadiri pertemuan.

Kusyanto dalam sambutannya mengatakan sudah mengenal H. Oyon Tahyan sejak tahun 80 an, sebelum berangkat magang ke Jepang. Kusyanto yang berasal dari daerah transmigrasi di kabupaten Kampar Provinsi Riau menceritakan bagaimana membangun organisasi KTNA mulai dari kelompok tani di desa tranasmigrasi yang jauh dari kota dan dengan keterbatasan fasilitas yang ada. Jalan Panjang yang telah dilalui hingga saat ini menjabat sebagai Sekjen KTNA Nasional.

Selaku tuan rumah, Sambas Abdul Farid ketua KTNA Kabupaten Tasikmalaya menceritakan peran Tasikmalaya dalam melahirkan KTNA pada tahun 1971 di Cihea. Pada sekitar tahun 1969 di Tasikmalaya dibentuk Badan Musyawarah Kontak Tani (BAMUKTI) oleh H. Oyon Tahyan, yang di deklarasikan pembentukannya di Pendopo Bupati Tasikmalaya. Pada saat itu yang menjabat sebagai Bupati adalah Kolonel Inf. Husen Wangsaatmadja yang menjabat sejak Februari 1966 – 14 Februari 1974.

Terkait dengan sejarah pembentukan KTNA ini, Sambas mengusulkan kepada pemerintah daerah kabupaten Tasikmalaya untuk mendirikan prasasti KTNA, salah satunya adalah untuk mengenang H. Oyon Tahyan, tokoh yang sangat berperan dalam melahirkan KTNA. “Kami sudah berkordinasi dengan pemerintah kabupaten, baik pak Bupati, Setda maupun Dinas yang selama ini membina dan mendampingi KTNA Tasikmalaya agar prasasti ini bisa segera dibangun”, kata Sambas.

Sementara itu Kepala Dinas yang hadir, H. Nuraedidin menyampaikan tentang potensi pertanian kabupaten Tasikmalaya. Sesuai arahan Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto, S.I.P. salah satu unggulan yang akan dikembangkan di Tasikmalaya adalah komoditi tanaman Aren. Saat ini produk olahan Aren sudah diperdagangkan dalam bentuk gula Aren.

Untuk mendukung program tersebut Dinas telah melakukan kajian dan studi tiru ke Manado Sulawesi Utara yang sudah dikenal sebagai pusat pengembangan Aren di Indonesia. Tetapi dari arahan Balitpalma justru di Tasikmalaya ada varietas unggul yang sudah tumbuh berkembang secara alami.

“Dari informasi ini setelah melalui kajian, melalui bapak Bupati nanti akan melepas varietas baru Aren, oleh bapak Bupati akan diberi nama Galunggung”, Kata Didin.

Lebih lanjut Nuraedidin menjelaskan komoditi Aren ini nantinya akan dikembangkan pada areal eks perkebunan yang sudah habis masa berlaku HGU nya. Untuk mewujudkan program ini perlu dukungan semua fihak.

Sekretaris daerah kabupaten Tasikmalaya Dr. Mohamad Zen menyampaikan, ini sebuah anugerah untuk Tasikmalaya mendapat kunjungan lengkap dari KTNA Nasional. Dan semua bukan kebetulan melainkan atas izin Allah. Atas nama Bupati menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan Satya Lencana yang diterima Bupati pada saat Penas Petani Nelayan XVI di kota Padang. Penghargaan ini tentu akan menjadi pemicu untuk lebih giat lagi dalam membangun pertanian di Tasikmalaya, terutama untuk generasi milenialnya.

Setda yang pernah menjabat sebagai kepala dinas Pertanian selama 3 tahun ini melanjutkan, 80 persen masyarakat Tasikmalaya hidup di pertanian. Dan pemda sudah memiliki perda tentang Perlindungan Lahan Pangan Abadi yang berada di kecamatan Singaparna. Ini bukti keseriusan pemerintah kabupaten untuk melindungi warganya agar tetap memiliki lahan pertanian.

“Mengingat sejarah KTNA yang tidak terlepas dari peran Tasikmalaya, pemda akan menyusun buku dan membangun prasasti KTNA di kabupaten Tasikmalaya”, ujar Mohamad Zen.

 

Menanggapi apa yang telah disampaikan oleh Setda Kabupaten Tasikmalaya, Ketua Umum KTNA Nasional mengatakan, bahwa penghargaan yang telah diterima oleh Bupati Tasikmalaya adalah bukti kerja keras dan prestasi dalam membangun pertanian. Usulan awal tentu saja dari KTNA kabupaten yang secara berjenjang menyampaikan ke KTNA Provinsi hingga ke Nasional. Peran KTNA hanya membantu untuk kelengkapan administrasi. Penilaian akhir ada di Sekretaris Militer Presiden, merekalah yang turun ke lapangan untuk verifikasi benar tidaknya data dalam proposal yang diusulkan.

“Tidak semua yang telah diusulkan dari seluruh Indonesia lulus pada saat verifikasi yang dilakukan oleh Setmil Presiden dan tim Kementerian Pertanian”, kata Sofyan. (mh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga