Jumat, 31 Mei, 2024

Artikel Terbaru

Lahan Pertanian Kota Pasuruan Banyak Beralih Fungsi Jadi Perumahan dan Permukiman, Hanya Tersisa Segini

ktnanasional – JAWA TIMUR, PASURUAN. Luas lahan pertanian di Kota Pasuruan cenderung berkurang. Banyaknya alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman menjadi faktornya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Pasuruan, Yudhi Hanendro menuturkan, dalam tiga tahun terakhir, lahan pertanian terus menyusut.

Pada 2021, tercatat 1.044 hektar lahan pertanian yang tersisa. Namun, pada 2022, turun menjadi 1.032 hektar.

Luasan tersebut, kembali menyusut di 2023. Tercatat, ada 1.013 hektar lahan pertanian yang tersisa.

“Ada penyusutan hingga 31 hektar lahan pertanian dalam kurun waktu tiga tahun terakhir,” kata Yudhi.

Ia menambahkan, penyusutan lahan pertanian, tak terjadi untuk 2024 ini.

Hingga triwulan pertama tahun 2024, tercatat luasan lahan pertanian, cenderung stagnan. Masih diangka 1.013 hektar.

Dari realisasi tanam padi di awal tahun ini, luasan lahan pertanian tertinggi berada di Kecamatan Bugulkidul sebesar 442 hektar.

Diikuti Gadingrejo 292 hekta. Lalu Purworejo 216 hektar dan terakhir Panggungrejo sebanyak 63 hektar.

Menurutnya, semakin sedikitnya luas lahan pertanian di Kota Pasuruan itu wajar.

Karena profesi petani semakin ditinggalkan. Sehingga menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan.

Sebagian lahan pertanian berubah menjadi perumahan dan permukiman.

“Masyarakat memilih Kota Pasuruan untuk tempat tinggal. Jadi kebanyakan mereka mencari perumahan atau permukiman,” tutur Yudhi. (admin)

 

artikel ini telah tayang di radarbromo.jawapos.com

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga