Senin, 15 April, 2024

Artikel Terbaru

Lahan Pertanian Seluas 202 Hektare di Jombang Puso Gegara Banjir, Peterongan dan Kesamben Jadi yang Paling Luas

ktnanasional – JAWA TIMUR, JOMBANG. Banjir yang beberapa kali menggenangi sawah dan lahan pertanian di Jombang dampaknya sangat merusak.

Banjir itu, membuat tak kurang dari 202 hektare lahan pertanian di Jombang dinyatakan puso alias gagal panen.

Luasan lahan pertanian yang puso karena banjir itu, paling luas terlihat di Kecamatan Peterongan dan Kecamatan Kesamben, Jombang.

Kepala Dinas Pertanian Jombang Mochamad Rony mengatakan, pada bencana banjir yang terjadi di sejumlah kecamatan itu tercatat ada 724 hektare sawah terendam.

Sawah terendam menyebar di Kecamatan Bandarkedungmulyo, Perak, Kesamben, Tembelang, Peterongan, Ploso, Megaluh dan Jombang sendiri.

Sehingga dampak banjir itu mengakibatkan 202 hektare lahan pertanian gagal panen alias puso.

Terparah di Kecamatan Peterongan yang mencapai 35 hektare.

“Kedua terparah di Desa Kedungbetik dan Kedungmlati, Kecamatan Kesamben yang mencapai 34 hektare,” imbuhnya.

Meski begitu, sawah yang gagal panen mendapat asuransi dari pemerintah.

Asuransi itu berupa penggantian bibit padi 25 kilogram per hektare.

Saat musim hujan, lanjutnya, beberapa wilayah rentan terdampak banjir.

Belum adanya penanganan permanen, membuat areal pertanian di dua kecamatan itu selama ini terus menjadi langganan banjir setiap tahun.

Penyebabnya, luapan air dari Afvour Watudakon dan beberapa anak saluran lainnya seperti Afvour Kedungbajul yang juga meluap.

”Ini masih dibahas bersama karena Afvoer Watudakon ini ikut BBWS Brantas,” pungkasnya. (admin)

artikel ini telah tayang di radarjombang.jawapos.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga