Senin, 15 April, 2024

Artikel Terbaru

Lahan Sawah Beralih Fungsi 80 Ribu Hektar per Tahun

ktnanasional.com – Samarinda, ALIH FUNGSI lahan sawah menjadi Kawasan industry dan perumahan memang tidak bisa dihindari, dan setiap tahunnya lahan sawah bisa berkurang hingga 80 ribu hektar. Kalau hal ini tidak di antisipasi dan ditangani dengan seriusIndonesia akan kekurangan lahan sawah dan ujung ujungnya akan kekurangan produksi pangan terutama beras yang masih menjadi makanan pokok masyarakat.

Ini  ditegaskan oleh Ketua Umum KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Nasional Ir. H.M. Yadi Sofyan Noor SH, di depan civitas Academica Universitas Mulawarman (UNMUL) Samarinda Rabu (23/11) lalu di ruang Serbaguna  Rektorat Unmul dalam Kuliah Umum dan Seminar Bertajuk  “Ketahanan Energi dan Pangan”, yang diselenggarakan  KTNA, Pemprov Kaltim, UNMUL, MAREM dan Perhiptani.

“Alih fungsi lahan sawah nasional bervariasi antara 60.000-80.000 hektar per tahun. Maka dalam jangka lima tahun lahan sawah yang beralih fungsi antara 300.000-400.000 hektar, dengan produksi rata rata 6 ton per hektar, kehilangan hasil padi mencapai 1,8 juta ton-2.4 juta ton GKG”.

” Sementara pihak pemerintah hanya mampu mencetak lahan pertanian sebanyak 60 ribu hektar pertahun. Ini jelas tidak seimbang, sehingga lahan pertanian begitu besarnya. Yang akhirnya akan mengurangi jumlah produksi secara signifikan,” papar Yadi Sofyan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, KTNA merasa bertanggung jawab atas ketersediaan pangan yang ada dan terus berupaya mengingatkan pihak pemerintah agar tidak melakukan tindakan yang sifatnya bisa berakibat menurunnya produksi pangan terutama padi dan ini jelas merugikan kalangan petani.

Selain menyampaikan soal alih funsi lahan sawah, dalam penyampaian makalah yang berjudul “Swasembada Beras Berkelanjutan, Strategi dan Tantangan” Sofyan mengingatkan untuk menjaga keberlanjutan swasembada beras, ada lima komponen yang harus bersinergi yang meliputi : Infrastruktur Pertanian, Kelembagaan Petani, Penyuluhan dan Aplikasi Tehnologi, Permodalan pertanian dan Pemasaran Hasil Pertanian.

“KTNA tetap akan melakukan perannya sebagai pendamping kelompok tani dan gapoktan sehingga bisa mengangkat harkat hidup kehidupan para petani pada tatanan yang layak dan sejahtera,” ujar Sofyan. (mh)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga