Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Lima Kelompok Tani Kabupaten Bogor Terima Klaim AUTP Rp246 juta

ktnanasional.com – BOGOR. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan atau Distanhorbun Kabupaten Bogor, telah mencairkan kalim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebesar Rp246,3 juta untuk lima kelompok tani.

Plt Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor Tatang Mulyadi mengungkapkan, lima poktan tersebut merupakan petani yang mengalami gagal panen pada Agustus 2023.

Mereka mendapat ganti rugi berupa uang tunai dengan nominal beragam, sesuai luasan sawah yang mengalami gagal panen.

“Sebagian poktan sudah dicairkan uang asuransinya, sisanya dalam tahap proses pengajuan klaim asuransi,” kata Tatang, Senin (23/10).

Seperti Poktan Mekar Jaya, mendapatkan klaim senilai Rp17,7 juta, Poktan Tunas Mekar Rp60,9 juta, Wates Rp90,3 juta, Harapan Jaya Hamabaro Rp59,1 juta, serta Taruna Tani Bersih Airnya senilai Rp18,3 juta.

Tatang mengungkapkan, hingga kini sudah ada sebanyak 41 kelompok tani mengajukan klaim AUTP.

Dia menjelaskan, setiap satu hektare sawah yang mengalami gagal panen dibayar senilai Rp6 juta oleh perusahaan asuransi yang ditunjuk oleh pemerintah.

“Yang penting sesuai dengan kriteria, perhektarnya itu Rp6 juta dari klaim asuransi,” katanya.

Sawah milik 41 kelompok tani yang mengalami puso itu luasnya mencapai 221 hektare tersebar di 11 kecamatan, yakni Cibungbulang, Cileungsi, Citeureup, Gunungputri, Jasinga, Klapanunggal, Nanggung, Pamijahan, Rumpin, Sukamakmur dan Tenjo.

Sementara, Kabid Perlindungan dan Pelayanan Usaha Distanhorbun Kabupaten Bogor Judi Rahmat menjelaskan pada periode Mei-Agustus 2023 ada seluas 11 ribu hektar sawah yang diasuransikan.

“Asuransi tersebut berlaku selama masa tanam hingga panen atau dalam kurun waktu empat bulan,” ujarnya.

Biaya pendaftaran asuransi tersebut senilai Rp180 ribu per hektar ditanggung oleh pemerintah, 80 persen atau Rp144 ribu dari Pemerintah Pusat, dan 20 persen atau Rp36 ribu dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Judi menjelaskan, syarat dan ketentuan yang perlu dilakukan petani untuk mengansuransikan sawahnya adalah dengan cara mendaftarkan sawah kepada petugas agar dituntun supaya bisa masuk pada Sistem Informasi yang dimiliki Distanhorbun pada saat usia tanam belum mencapai 30 hari.

Selama tahun 2023 atau dua kali masa tanam, Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengasuransikan sebanyak 25 ribu hektar tanaman tani padi. (admin)

artikel ini telah tayang di bogor.pojoksatu.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga