Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Masa Depan Peternakan Sapi Perah Indonesia dengan Teknologi Canggih di Kandang

ktnanasional – BOGOR. Dengan kemajuan teknologi canggih, masa depan peternakan sapi perah Indonesia semakin cerah membawa industri peternakan sapi perah Indonesia ke tingkat yang lebih unggul.

 Profesor Despal, seorang Guru Besar dari Fakultas Peternakan (Fapet) di IPB University, memandang teknologi presisi sebagai solusi vital untuk mengembangkan sapi perah di wilayah tropis, termasuk Indonesia.

Dalam era digital ini, menurutnya, teknologi presisi menjadi kunci utama untuk mencapai kemajuan dalam pengembangan sapi perah tropis pada masa depan.

“Teknologi presisi dapat meningkatkan efisiensi penggunaan nutrien, mengatasi heat stress, mampu mengelola hijauan dengan tepat dan menyediakan keseimbangan energi,” paparnya saat Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University.

Profesor Despal menekankan bahwa teknologi presisi tidak hanya membantu dalam memberikan suplemen pada ternak dengan tepat, tetapi juga meningkatkan performa reproduksi dan mengurangi prevalensi penyakit.

Contohnya, teknologi canggih seperti sistem pemerahan susu otomatis dan solusi sederhana seperti vacuum cleaner untuk kebersihan kandang. Teknologi pemantau birahi menggunakan kamera infrared juga menjadi inovasi yang mirip dengan alat pendeteksi suhu tubuh yang umumnya digunakan di tempat umum.

Selain itu, teknologi presisi seperti remote sensing, sistem irigasi presisi, near-infrared spectroscopy (NIRS), handheld forage tester, peralatan panen, dan sistem analisis data dan manajemen dapat memudahkan pengelolaan produksi dan meningkatkan kualitas hijauan pakan.

Dosen dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan di IPB University ini juga mencatat bahwa teknologi presisi membantu menjaga keseimbangan energi ternak dengan formulasi ransum presisi dan pemantauan body condition score (BCS) menggunakan teknologi 3D body scanning.

Teknologi presisi juga mendukung pemberian pakan yang akurat berdasarkan kebutuhan individu sapi. Dengan memonitor penggunaan nutrien, teknologi ini memfasilitasi penentuan kekurangan nutrien dan penyesuaian suplemen secara tepat sasaran.

Profesor Despal menyebutkan bahwa teknologi presisi, seperti sistem pemberian pakan presisi, sensor pemantauan real-time seperti rumen bolus, pelacak aktivitas yang dapat dipakai, serta pemantauan rumination, membantu menyediakan nutrien yang cukup untuk mendukung proses reproduksi.

Profesor Despal menyebutkan bahwa teknologi presisi sudah diterapkan di beberapa peternakan, termasuk di Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Bandung, Jawa Barat, yang telah menggunakan milkotester untuk menguji kualitas susu. (admin)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga