Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

May Day…… Hari Buruh dan Hari Tani di Indonesia

ktnanasional.com – Jakarta.  Hari Buruh yang diperingati oleh kaum buruh setiap tanggal 1 Mei menurut sejarah bermula dari keputusan Federasi Internasional, kelompok sosialis, dan serikat buruh pada tahun 1889. Pada saat itu persatuan buruh menetapkan 1 Mei sebagai hari buruh untuk memperingati kerusuhan haymarket di Chicago AS pada tahun 1886.

Kerusuhan haymarket terjadi karena ratusan ribu buruh di AS berusaha menghentikan dominasi kelompok borjuis, kelompok pemilik modal. Pada 1 Mei 1886 kumpulan buruh memutuskan melakukan aksi mogok untuk menuntut kesejahteraan hidup. Namun aksi yang berlanjut ke tengah jalan pada 3 Mei 1886 berubah menjadi peristiwa berdarah lantaran polisi menembaki buruh.

Setiap memperingati hari buruh organisasi buruh atau serikat pekerja turun ke jalan melakukan demonstrasi untuk menyuarakan tuntutan tuntutan kaum Buruh.

Sementara itu sejarah hari tani nasional bertujuan untuk memperingati perjuangan golongan Petani Indonesia peringatan hari tani Nasional tidak terlepas dari terbentuknya Undang-Undang Pokok Agraria pada 24 September 1960. Penetapan peringatan hari tani nasional dibentuk atas persetujuan presiden Soekarno. Hal ini terwujud dalam keputusan presiden republik Indonesia nomor 169 tahun 1963.

Tanggal ditetapkannya UUPA itulah yang kemudian digunakan sebagai peringatan hari tani nasional setiap tahunnya artinya UUPA sekaligus menjadi tanggal peringatan hari tani nasional untuk memperjuangkan hak-hak seluruh kaum Tani di Indonesia. Adapun UUPA pada intinya dibentuk dengan meletakkan dasar-dasar bagi penyusunan hukum agraria nasional, mengadakan kesatuan dan kesederhanaan dalam hukum pertanahan Dan meletakkan dasar-dasar kepastian hukum hak-hak atas tanah bagi seluruh rakyat.

Ditinjau dari sejarahnya, sungguh jauh sekali korelasinya antara hari buruh dan hari tani. Kaum buruh yang identik dengan daerah perkotaan, walaupun notabene di perdesaan pun sebenarnya juga ada kaum buruh. Mengadopsi peringatan hari buruh dari kejadian internasional. Organisasi Buruh/Serikat Pekerja (KSPI, KSPSI, SBI dan lain lain) bahkan sampai  Partai Buruh pun,  bersatupadu turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan mereka.

Sedangkan kaum tani yang identik dengan daerah perdesaan dan kemiskinan. memperingati hari tani hanya dari sejarah Nasional.  Organisasi / Asosiasi Tani (KTNA, HKTI, ABMI, APKASINDO dll) yang lebih identik sebagai mitra Pemerintah, dalam memperjuangkan aspirasi menurut penulis jalannya agak sedikit elegan. Kalaupun sampai turun kejalan itu karena saluran untuk menyuarakan tuntutan dan aspirasi sudah buntu, perlu gerakan untuk membuka kembali.

Padahal tuntutan kaum buruh dan kaum tani bermuara pada satu permasalahan yang sama yaitu KESEJAHTERAAN.

Apakah kaum buruh belum sejahtera sehingga sering turun kejalan? Atau kaum tani sudah sejahtera sehingga tidak turun ke jalan? Jawabannya wallahualam bissawab.

Sebagai penutup, penulis yang hanya seorang petani ini ingin mengungkapan kegundahan dalam hati mengutip satu kata mutiara dari Tan Malaka :

Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan terlalu pintar, untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali. (es)

“Selamat Hari Buruh 1 Mei 2023”

Penulis : Edi Subiantoro, Pengurus KTNA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga