Senin, 4 Maret, 2024

Artikel Terbaru

Melalui BUMD Pangan Pekanbaru, Young Ambassador Fasilitasi Pemasaran Hasil Pertanian Sumatera

ktnanasional.com – RIAU Pekanbaru.  Dalam rangka pengendalian inflasi daerah PT Sarana Pangan Madani (SPM) melakukan MoU kerja sama antar daerah se-Sumatera. Kerja sama ini sekaligus mengupayakan ketersediaan bahan pangan di Kota Pekanbaru.

Seperti yang disampaikan Direktur Utama PT SPM, Ade Putra Daulay, sesuai arahan Pemerintah Kota Pekanbaru perlu dilakukan upaya strategis untuk melakukan pengendalian inflasi. PT SPM yang merupakan BUMD menjadi instrumen Pemkot Pekanbaru dalam pengendalian inflasi daerah. Kita melakukan kerja sama dengan daerah penghasil. Terutama petani millenial yang ada di Sumatera, seperti Kabupaten Deli Serdang, Tapanuli utara, Kabupaten Solok, Kota Solok, Sumatera Selatan dan Lampung.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau bersama TPID Kota Pekanbaru memfasilitasi pembentukan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara PT Sarana Pangan Madani dengan beberapa petani milenial di daerah penghasil pangan utama di Sumatera.

Kegiatan yang bertajuk “Penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah PT. Sarana Pangan Madani dengan Daerah Penghasil se-Sumatera” ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Muhamad Nur, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, Kepala Sub Koordinator Kerjasama Pusat Pendidikan Pertanian, Kementerian Pertanian, Febi Andana Permanasari, Direktur PT SPM, Ade Daulay, dan 10 (sepuluh) perusahaan pertanian yang tersebar di wilayah Sumatera. Turut hadir dalam acara tersebut H. Kusyanto, Sekretaris Jenderal KTNA Nasional.

Perusahaan yang hadir untuk menendatangani Kerjasama Antar Daerah (KAD) baik dari Provinsi Riau ataupun Provinsi tetangga adalah sebagai berikut :

  1. KAD PEKANSIKAWAN yang di dalamnya tergabung PT Swasembada Mitra Bersama (PT SMB), PT Kampar Agro Sejahtera, Perumda Tuah Sekata, dan PT Permodalan Siak
  2. BUMD Tapanuli Utara
  3. CV Hidro Sinergi Utama Medan, Deli Sedang, Sumatera Utara
  4. CV Jaya Anggara Farm, Lampung
  5. PT Gelanggang Raya Farm, Solok, Sumatera Barat
  6. Koperasi Produksi Anduang Perahu Mandiri (KP APM), Solok, Sumatera Barat
  7. Hidroponik Center Pagaralam, Pagar Alam, Sumatera Selatan

Dengan adanya kerja sama ini diharapkan Pekanbaru memperoleh komoditi- komoditi pangan langsung dari tingkat petani. “Sehingga harga bisa lebih murah dan bisa di distribusikan di Pekanbaru dengan harga yg lebih terjangkau. Otomatis mampu berpengaruh ke Penurunan angka inflasi di Kota Pekanbaru,” ujar Ade.

Harapannya kedepan, Duta Young Ambassador dan Duta Petani Millenial serta Duta Petani Andalan (DPM dan DPA) dapat Bersinergi dan berkolaborasi bersama pemerintah di daerah masing-masing untuk memajukan pertanian, untuk menumbuhkan minat para wirausaha muda di sektor pertanian.  Sehingga  bersama-sama dengan pemerintah dapat berperan aktif dalam upaya pengendalian Inflasi pangan, karena itu tugas kita bersama, tambah Ade Putra Daulay yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Young Ambassador Program YESS Kementrian Pertanian.

Saat dihubungi Medkominfo KTNA Nasional, Sekjen KTNA Nasional H. Kusyanto berharap apa yang dilakukan oleh Ade Putra Daulay bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi pemuda milenial yang bergerak di bidang bisnis pertanian. Semuanya perlu proses dari bawah sehingga pada saat muncul sebagai pengusaha sudah matang dan cukup pengalamannnya.

“KTNA sebagai salah satu pembina DPM dan DPA selalu siap untuk mendampingi para milenial dilapangan, mereka yang sudah menjadi Duta Young Ambassador supaya bisa menarik yang lainnya untuk bergabung karena salah satu keberhasilan dalam bisnis adalah membangun jaringan yang tangguh” kata Kusyanto. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga