Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Menanam Sukun sebagai Sumber Pangan di Kawasan Peternakan : Langkah Strategis untuk Keberlanjutan dan Kesejahteraan

ktnanasional – SULAWESI SELATAN. MAKASSAR. Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, dan Bupati Maros, Chaidir Syam, bersama-sama melakukan penanaman bibit sukun di Kawasan Pengembangan Peternakan Pucak, yang merupakan milik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sulsel, di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros pada Minggu, 21 Januari 2024.

Dalam upaya mendiversifikasi sumber pangan di kawasan peternakan, penanaman sukun dianggap sebagai langkah strategis yang dapat memberikan manfaat signifikan. Sukun, atau dikenal juga dengan nama breadfruit, bukan hanya memiliki nilai gizi tinggi bagi manusia, tetapi daun sukun juga dapat dijadikan pakan ternak, meningkatkan produktivitas peternakan.

Kegiatan penanaman ini juga melibatkan 12 mahasiswa yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Aco Parawansa Sarman, mahasiswa Program Studi Peternakan, menyatakan apresiasi dan kebanggaannya terlibat dalam kegiatan ini.

“Alhamdulillah kami juga terjun di sini sebagai mahasiswa, dilibatkan dalam melaksanakan kegiatan penanaman sukun bersama pemerintah dari Pj Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan dan Bupati Maros,” ujarnya.

Penanaman sukun di kawasan peternakan dipandang sebagai langkah inovatif karena selain manfaat gizi yang tinggi, tanaman ini juga memiliki keunggulan adaptasi terhadap kondisi lingkungan di kawasan peternakan.

Camat Tompobulu, Yusriadi Arief, mengungkapkan kebanggaannya sebagai pemerintah kecamatan karena Desa Pucak menjadi tempat kegiatan penanaman simbolis tanaman sukun.

“Ini bisa menjadi sumber pangan selain beras untuk masyarakat, karena ini sangat familier dengan sumber kalori di masyarakat khususnya Bugis-Makassar,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Penjabat Gubernur juga menyerahkan bibit cabai kepada Bupati Maros sebagai bentuk dukungan untuk pengembangan pertanian di wilayah tersebut.

Agustam, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Maros, menyatakan apresiasi sebesar-besarnya atas bantuan benih cabai tersebut.

“Ini akan kami maksimalkan penanamannya, mudah-mudahan bisa menjangkau sampai 50 hektar,” ujarnya.

Dengan langkah strategis seperti penanaman sukun, diharapkan kawasan peternakan dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal. (admin)

artikel ini telah tayang di mediumindonesia.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga