Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

MENANGKAP SPIRIT PENAS 2023

Ktnanasional.com – SUMBAR Padang.  Tanggal 10 hingga 15 Juni 2023, telah ditetapkan sebagai pekan penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan NelayanXVI tahun 2023. Menurut catatan sementara, sekitar 20 ribu hingga 30 ribu petani dan nelayan seluruh Indonesia bakal hadir di Padang, Sumatera Barat. Penas Petani dan Nelayan, memang hajatannya petani dan nelayan.

Penas Petani dan Nelayan merupakan forum silaturahmi antar petani dan nelayan untuk selanjutnya “menggumpalkan” gagasan dan pemikirannya, yang nantinya disampaikan kepada Pemerintah. Sebelumnya, setahun lalu telah diselenggarakan Pra Penas Petani Nelayan di Sulawesi Selatan, sebagai pemanasan menjelang Penas dilangsungkan.

Atas hal yang demikian, pelaksanaan Penas Petani Nelayan 2023 di Padang, Sumatera Barat merupakan kelanjutan dari Pra Penas Petani Nelayan setahun sebelumnya. Catatan kritis yang dapat disampaikan adalah sampai sejauh mana para petani dan nelayan seluruh Nusantara mampu merumuskan isu-isu strategis di bidang pembangunan petani dan nelayan untuk kemudian disampaikan kepada Pemerintah agar dicarikan solusi cerdasnya.

Kita percaya, para Perumus Penas Petani Nelayan 2023, sejak jauh-jauh hari telah mengumpulkan seabreg harapan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, lengkap dengan kearifan lokal dari masing-masing daerah. Aspirasi ini, tentu sudah diolah sedemikian rupa sehingga mengerucut menjadi esensi masalah yang butuh penanganan dengan segera.

Persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan selama ini, tetap saja bermuara kepada kemiskinan. Sekalipun Pemerintah telah berjuang keras untuk memerangi kemiskinan petani dan nelayan, namun kemiskinan yang mendera kehidupan petani dan nelayan, tampak seperti yang tak pernah terselesaikan sampai tuntas.

Kemiskinan seolah-olah enggan melepaskan diri dari kehidupan petani dan nelayan. Jeratannya yang cukup kuat, membuat petani dan nelayan, tak kuasa untuk melawannya. Akibatnya, kemiskinan terlihat seperti yang menyatu dalam kehidupan keseharian petani dan nelayan, khususnya mereka yang dikenali sebagai petani gurem dan nelayan tradisional.

Penas Petani dan Nelayan, sejatinya berusaha untuk menyampaikan keinginan dan kebutuhan petani dan nelayan kepada Pemerintah. Kata hati petani dan nelayan inilah yang wajib diselami oleh para penentu kebijakan di sektor pertanian dan perikanan. Itu sebabnya, sebagai forum silaturahmi, Penas dimintakan agar selama sepekan terjadi proses komunikasi yang inten antara petani dan nelayan dengan Pemerintah.

Disinilah perlunya dialog, bukan monolog. Pemerintah penting menangkap secara jernih apa yang menjadi harapan petani dan nelayan ke depan. Di lain pihak, para petani dan nelayan pun dimintakan untuk secara terbuka menginformasikan masalah-masalah krusial yang selama 25 tahun terakhir dialaminya.

Menjadikan Penas Petani dan Nelayan sebagai berkah kehidupan, tentu saja hal ini merupakan harapan kita bersama. Penas, jangan sampai hanya menghambur-hamburkan anggaran Pemerintah, baik APBN atau APBD, namun sudah selayaknya selama sepekan itu, petani dan nelayan mampu menampilkan ide, gagasan dan pemikiran cerdasnya.

Ini tentu saja, terkait bagaimana sebaiknya Pemerintah merancang dan merumuskan kebijakan pembangunan pertanian dan perikanan yang senafas dengan “felt need” para petani dan nelayan. Penas adalah ajang untuk berbagi pikir dan bersambung rasa antara Pemerintah dengan petani dan nelayan. Proses dialogis, sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan di lapangan.

Penas petani dan nelayan, sedini mungkin dirancang untuk melahirkan solusi. Bukan menumpuk persoalan yang dihadapi petani dan nelayan dalam mengarungi kiprah kehidupannya. Kita percaya Tim Perumus Penas, sudah menyiapkan segala rupanya, sehingga dalam sepekan nanti, bakal ada usulan langkah konkrit guna menuntaskan masalah yang ada.

Kita berharap, yang dihasilkan dalam Penas, bukan cuma sekedar rumusan kata-kata yang tertuang dalam sebuah pernyataan, namun yang tak kalah pentingnya adalah adanya komitmen bersama antara Pemerintah dengan petani dan nelayan untuk menindak-lanjuti rumusan tersebut ke dalam langkah nyata di lapangan. Komitmen inilah yang perlu dijadikan titik tekan Penas 2023.

Komitmen, jelas bukan hanya sebuah penegasan yang terucap lewat kata atau tertulis diatas kertas., tapi kucuran anggaran Pemerintah yang pantas untuk pengembangan pertanian dan perikanan pun, perlu dijadikan ukuran. Apalah arti sebuah komitmen jika dalam penerapannya, tidak ditopang oleh anggaran yang layak dan memadai.

Para pendamping petani dan nelayan dari seluruh penjuru tanah air yang hadir dalam Penas kali ini, pasti sudah memahami dengan baik, bagaimana kondisi APBD di daerahnya masing-masing. Mereka dapat bicara banyak, berapa anggaran untuk sektor pertanian dan perikanan yang dikucurkan dari APBD ? Mereka juga dapat memberi jawaban, mengapa anggaran APBD untuk pertanian dan perikanan relatif kecil ?

Sekitar 30 ribu orang petani dan nelayan seluruh Nusantara ditengarai bakal meramaikan kota Padang dan sekitarnya di Sumatera Barat. Mereka akan bersilaturahmi untuk menatap pembangunan petani dan nelayan ke depan. Kehadiran mereka, jelas bukan hanya datang secara fisik, tapi mereka pun membawa harapan untuk perbaikan nasib dan kehidupannya ke arah yang lebih sejahtera. Semoga hal ini menjadi kenyataan ke depan. (es)

Oleh : Entang Sastraatmaja

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga