Minggu, 21 April, 2024

Artikel Terbaru

Mencengangkan, Tulungagung Kekurangan Tenaga Penyuluh Pertanian, Rinciannya Sebagai Berikut

ktnanasional.com – JAWA TIMUR, TULUNGAGUNG. Tulungagung menjadi salah satu daerah yang kekurangan banyak tenaga penyuluh pertanian. Komposisi ideal satu penyuluh pertanian menangani satu desa/kelurahan agaknya susah untuk dicapai. Padahal perannya cukup vital dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung, Triwidyono Agus Basuki membeberkan saat ini jumlah penyuluh pertanian di Tulungagung hanyalah sekitar 100 orang saja.

Angka itu masih sangat kurang untuk mengakomodir pertanian dimasing-masing 271 desa/keluarahan yang ada di Tulungagung.

“Kalau idealnya sih satu orang tenaga pertanian menangani satu desa/kelurahan. Jumlah tenaga kita masih jauh untuk itu,” jelas Okky, sapaan akrab pria tersebut.

Rekrutmen yang selama ini belum bisa dilakukan menjadi kendalanya. Karena tenaga penyuluh pertanian adalah seorang aparatur sipil negara (ASN) yang perekrutannya langsung dari pemerintah pusat.

Sedangkan jika harus merekrut tenaga honorer sebagai penyuluh pertanian, itu juga tidak bisa dilakukan karena aturan terkni melarang perangkat daerah untuk merekrut tenaga honorer.

Okky melanjutkan sangat dimungkinkan jumlah tenaga pertanian ini akan semakin sedikit. Karena tahun 2023 ini saja, ada 13 orang penyuluh pertanian yang memasuki masa pensiun.

Sedangkan tahun depan (2024) ada 10 tenaga penyuluh pertanian di Tulungagung yang memasuki masa purna tugas sebagai abdi negara. “Jadi dalam dua tahun itu kami kehilangan penyuluh pertanian sebanyak 23 orang karena masuk usia pensiun,” sebutnya.

Siasat saat ini, satu orang penyuluh pertanian paling tidak menangani dua desa. Pada beberapa wilayah kecamatan, bahkan ada satu orang penyuluh pertanian yang bertanggungjawab melakukan penyuluhan pertanian pada 4 desa sekaligus.

Beban kerjanya semakin tinggi, cakupan wilayahnya semakin luas dan jumlah petani yang harus diperhatikan semakin banyak.

“Tentu saja beban kerjanya nambah. Apalagi saat berhadapan dengan pendataan pendistribusian pupuk bersubdisi itu mereka juga berhadapan dengan hukum,” katanya.

Sebenarnya pihak Dispertan telah mengusulkan penambahan 10 tenaga penyuluhan sejak 2022 kemarin. Namun yang disetujui oleh pemerintah pusat, hanyalah 20 orang penyuluh pertanian.

“Dalam desk pegawai itu penambahannya 22 orang dulu. Tapi sampai hari ini juga belum dilakukan perekrutan,” bebernya.

Dia menambahkan bahwa kekurangan tenaga penyuluh pertanian bukan hanya terjadi di Tulungagung saja. Hampir seluruh daerah di Indonesia, juga mengalami hal demikian.

Padahal penyuluh pertanian adalah garda terdepan dalam melaksanakan penyuluhan kepada petani melalui pendekatan kepada kelompok tani.

Agar pengetahuan, keterampilan maupun sikap petani menjadi lebih baik dalam mengelola usaha taninya dan pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan para petani. (admin)

Artikel telah tayang di radartulungagung.jawapos.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga