Rabu, 24 April, 2024

Artikel Terbaru

Mengenal Apa Itu Food Estate: Konsep Pertanian Skala Luas untuk Kemandirian Pangan

ktnanasional.com – JAKARTA,  Kemandirian pangan telah lama menjadi impian setiap masyarakat Indonesia, sebagai tolak ukur kesuksesan pembangunan dan kesejahteraan suatu daerah sehingga dimunculkan proyek food estate sebagai program pemerintah.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan kemandirian pangan di seluruh wilayah negara demi meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan program Food Estate.

Salah satu strategi yang diadopsi oleh pemerintah dalam upaya mencapai tujuan ini adalah konsep pertanian Food Estate atau lumbung pangan.

Ketika berbicara tentang Food Estate, mungkin istilah ini terdengar baru bagi sebagian orang, padahal Food Estate sebenarnya telah ada sejak era presiden ke-2 dan telah diidentifikasi di empat lokasi strategis, yaitu Kalimantan Tengah, Kabupaten Merauke di Papua, Kabupaten Bulungan di Kalimantan Timur, dan Kabupaten Kuburaya di Kalimantan Barat.

Meskipun telah ada upaya di lokasi-lokasi ini, hasil yang dihasilkan belum sepenuhnya memuaskan dari Food Estate.

Secara definisi, Food Estate adalah konsep pertanian yang melibatkan budidaya tanaman dalam skala luas (lebih dari 25 hektar) dengan pendekatan yang menggabungkan aspek industri, ilmu pengetahuan dan teknologi, modal, serta manajemen modern.

Dasar dari konsep Food Estate melibatkan integrasi sektor dan subsektor pertanian dalam suatu sistem agribisnis, dengan tujuan memanfaatkan sumber daya secara efisien dan berkelanjutan.

Pendekatan ini dilakukan dengan profesionalisme dan dukungan sumber daya manusia berkualitas, teknologi yang ramah lingkungan, serta sistem kelembagaan yang solid.

Food Estate juga memicu pertumbuhan sektor agribisnis yang memiliki akar kuat di lingkungan pedesaan, dengan memberikan pemberdayaan kepada masyarakat adat dan lokal sebagai dasar pengembangan wilayah.

Dalam lingkup Food Estate, komoditas pertanian yang diberi prioritas untuk dikembangkan meliputi padi, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, sorgum, buah-buahan, sayur-sayuran, sagu, kelapa sawit, tebu, dan ternak sapi atau ayam.

Tujuan dari fokus pada komoditas-komoditas ini adalah untuk memastikan diversifikasi dan ketersediaan pangan yang mencukupi bagi masyarakat.

Pada tahun 2021, pemerintah telah merencanakan program pengembangan Food Estate di beberapa lokasi, antara lain Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Papua (Merauke), dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan fokus pada tanaman padi.

Dalam rangka mewujudkan program Food Estate ini, tiga kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung – Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Selatan, dan Belitung Timur – telah ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan program Food Estate.

Setiap kabupaten memiliki luas lahan yang akan dikembangkan, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi setempat.

Melalui pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep Food Estate, para petani dan pelaku pertanian dapat lebih siap dalam mengikuti program pemerintah.

Ini akan menjadi langkah menuju kesuksesan program Food Estate ini dan optimalisasi produksi pertanian.

Selain itu, Food Estate berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mencapai kemandirian pangan di daerah-daerah seperti Kabupaten Bangka Selatan.

Dengan perhatian yang tepat dan dukungan yang berkelanjutan, Food Estate dapat berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan dan kemandirian pangan Indonesia.***

Artikel ini telah terbt di strategi.id

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga