Senin, 15 April, 2024

Artikel Terbaru

Mengenal Koro Pedang, Bahan untuk Produk Pangan Sehat

ktnanasional.com – Jakarta. Koro pedang (Canavalia ensiformis) memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan karena mudah dibudidayakan dan ditumpangsarikan dengan ubi kayu, jagung, sengon, kopi, kakao, dan lain-lain. Peluang pasar yang menjanjikan antara lain permintaan dari Korea, Jepang, dan Amerika Serikat. Tanaman ini juga toleran kekeringan dan adaptif pada lahan kering masam. Tanaman koro pedang  tumbuh tegak dengan biji polong bewarna putih.

Menurut Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kandungan protein biji koro pedang mencapai 30,36% yang tidak berbeda banyak dengan protein kedelai sebanyak 35%. Kandungan protein biji aneka kacang berturut-turut adalah: koro pedang biji putih (27,4%), koro pedang biji merah (32%), kedelai (35%) dan kacang tanah (23,1%)

Tanaman koro pedang dapat tumbuh pada segala jenis tanah, termasuk tanah marjinal. Beberapa daerah sudah menggunakan koro pedang sebagai bahan baku tempe, susu, tepung pengganti terigu, dan bungkil sebagai pengganti bungkil kedelai untuk pakan, minyak goreng, dan abon.

Produktivitas rata-rata koro pedang sebanyak 7 ton/ha dengan potensi hasil mencapai 12 ton/ha, dan pupuk hijau yang dihasilkan sebanyak 40 sd 50 ton/ha. Di Indonesia Luas lahan penanaman kacang koro pedang baru mencapai 1.590 hektar dengan produksi rata-rata 5 ton per tahun. Kacang koro pedang diyakini mampu menjadi bahan komoditas alternatif sebagai pemenuh atau pengganti kedelai untuk bahan baku tempe dan tahu.

“Perkedel Rasa Nuget yang dibuat dari ampas pembuatan susu Koro Pedang”

Menurut Dani Mpu Dandun penggiat tanaman Koro pedang, tanaman ini merupakan emas putih dalam mengantisipasi kelangkaan bahan pengan dunia di masa depan. Koro Pedang dapat menjadi bahan pangan sehat bagi manusia, aman di konsumsi oleh penderita diabetes, autis dan tidak menimbulkan obesitas. Dengan kandungan senyawa con canavalin A dan B, yg dapat membunuh virus dan sel kanker, dapat  di gunakan untuk pengobatan berbagai jenis Kanker/Tumor.

“Dengan produktivitasnya yang tinggi, potensinya hingga 12 ton/ha/tahun dan dapat tumbuh dihampir segala jenis lahan termasuk lahan marginal, dengan ketinggian 20 sampai 1.200 m dpl”, ujar Dani.

Biji putih Koro Pedang dapat dijadikan bahan baku tempe pengganti kedele, tepung dengan kandungan protein tinggi (lebih kurang dengan kandunga protein pada kedeai) dapat diolah menjadi aneka roti dan mie. Untuk kuliner tradisional dapat menjadi campuran masakan rendang dan gudeg, diolah menjadi beras dan daging analog yang kandungan proteinnya lebih tinggi dari produk aslinya serta seperti halnya kedeai juga bisa di olah menjadi susu nabati. (admin)

spot_img

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga