Jumat, 19 April, 2024

Artikel Terbaru

Menguak Potensi Durian Lokal Menembus Pasar Global

ktnanasional.com – JAKARTA, Durian menjadi komoditas buah yang banyak disukai masyarakat, sehingga potensi pasarnya terbuka lebar, bukan hanya dalam negeri tapi juga di mancanegara. Nah, ternyata bumi nusantara memiliki potensi durian cukup besar dari Sabang sampai Merauke.

Di Bumi Rencong, Aceh ada durian lokal yang dinamakan Mas Ajay atau Bantal Mas, Blue Sky, Jalu, Danton, Khadijah dan durian Serat Rambutan. Ada juga durian Danton, Khadijah, Serat Rambutan dan terakhir Mas Pri. Durian tersebut banyak terdapat di dua yakni Kabupaten Aceh Jaya dan Aceh Besar.

Durian tersebut tak hanya memiliki bentuk yang unik, namun juga meninggalkan cita rasa yang tak akan terlupakan bagi yang pernah mencicipinya. Bahkan durian Jalu pernah mendapat juara ke 4 kontes durian dengan harga di kebun Rp 100 ribu/kg. Sementara Mas Ajay pada 2022 juara 1 di Propinsi Aceh. Mas Ajay atau dikenal juga Bantal Mas adalah durian yang memiliki keunikan luar biasa.

Sementara itu Kepulauan Bangka Belitung ternyata memiliki durian lokal unggul yang tak kalah.  Saat  ajang Bazar Durian di Desa Air Mesu, 13-15 Juli 2023 terkuat dua varietas durian unggul telah dilepas  yaitu durian Klamunod dan durian Namlung Petaling 06. Sedangkan dua varietas lainnya yakni Durian Rossi dan Putri Dewa mendapatkan tanda daftar sebagai varietas local.

Di Bumi Sulawesi, Kabupaten Parigi Mountong menjadi salah satu sentra produksi durian. Bahkan durian dari wilayah tersebut digadang-gadang mampu menyaingi durian Montong yang pamornya sudah mendunia. Durian dari Sulawesi Tengah memiliki tekstur daging yang lembut, warnanya lebih menarik dan memiliki tingkat kemanisan terbaik di dunia.

Banyak lagi jenis durian yang ada di Nusantara ini. Memang banyak yang belum familiar di telinga masyarakat. Seperti diketahui, Indonesia memiliki keragaman dan kekayaan sumber daya genetik, termasuk durian. Hingga kini  baru sekitar 114 varietas durian yang telah dilepas.

Sayangnya dari jumlah tersebut, belum satu pun mampu menembus pasar dunia. Padahal tercatat nilai transaksi durian secara global meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017, nilai transaksi durian di pasar global mencapai Rp 14,6 triliun. Selama 4 tahun atau hingga tahun 2021 menurut data dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) meningkat mencapai Rp 53,2 triliun. Nilai transaksi meningkat secara  signifikan mencapai 264 persen.

Salah satu eksportir duriab, Vinsensius Aditia menilai, durian Indonesia saat ini laku keras di Cina. “Rata-rata durian Nusantara ini paling banyak dijual di wilayah Fut shuo, Beijing, Shang Tung, Pu Tung dan sebagian besar wilayah di Cina,” ucapnya.

Tingginya konsumsi durian di Cina, mengindikasikan bahwa permintaan durian di negeri tersebut sangatlah besar. Saat ini durian Monthong adalah varietas yang paling banyak diminati di Negeri Tirai Bambu tersebut. Karena itu, ia berharap Kementerian Pertanian dapat membantu proses ekspor mulai dari sisi on farm hingga persyaratan ekspor.

“Jika standar yang diinginkan negara China bisa dipenuhi, maka durian Indonesia bisa langsung dikirim ke China tanpa melalui negara lain,” katanya. Sebagai bahan informasi, saat ini harga durian lokal Parigi Moutong  kupas atau daging durian yang sudah dikemas mencapai Rp 180.000 –200.000/kg.

Untuk mengembangkan potensi durian unggul nasional, Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian secara khusus merumuskan strategi pengembangan dan pemasaran durian unggul nasional dari berbagai daerah yang memiliki keunggulan dari rasa, warna daging buah dan permintaan pasar yang masih sangat terbuka.

Untuk mengembangkan potensi durian unggul nasional, Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian secara khusus merumuskan strategi pengembangan dan pemasaran durian unggul nasional dari berbagai daerah yang memiliki keunggulan dari rasa, warna daging buah dan permintaan pasar yang masih sangat terbuka.

Untuk pengembangan durian unggul lokal dan memenuhi permintaan pasar terutama ekspor, Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto mengatakan, diperlukan 4K (kuantitas, kualitas, kontinuitas dan kepercayaan). Karena itu, daerah yang memiliki durian yang telah dilepas maupun belum yang berpotensi pasar diharapkan dapat melaksanakan strategi pengembangan.

Strategi ini meliputi inventarisasi, perlindungan varietas, pengembangan benih hingga pengembangan kampung durian dari varietas tersebut. Untuk itu, Prihasto mengajak semua pihak menginventarisasi pohon induk, kemudian membuat regulasi perlindungan atas keberadaan pohon-pohon induk ini.

Selanjutnya kata Prihasto, harus ada pengembangan benih yang diwujudkan lebih lanjut dengan adanya kampung durian dari varietas tersebut. Tak lupa harus ada upaya terus-terusan mengawal dan mendampingi petani. “Terakhir lakukan serangkaian promosi dan pemasaran untuk mendukung upaya tersebut,” ujarnya.

Sinergitas lintas sektoral, Prihasto anggap, juga menjadi langkah penting. Diantaranya dengan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) dan Badan Karantina Pertanian. “Durian yang belum dilepas dan memiliki keunggulan untuk diproses pendaftaran dan pelepasannya,” pintanya.

Kepala Pusat PVTPP, Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc mengatakan, pihaknya mendorong Pemerintah Daerah untuk mendaftarkan varietas lokal, termasuk durian dan mengembangkan menjadi potensi penggerak ekonomi di daerah.Potensi plasma nutfah dalam bentuk varietas lokal yang tersebar di Nusantara menurutnya, menjadi modal yang sangat besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.

Sesuai amanat UU Nomor 22 tahun 2019, UU Nomor 29 tahun 2000, PP Nomor 13 tahun 2004, dan Permentan Nomor 29 tahun 2021, Pemerintah Daerah mempunyai kewajiban untuk melakukan pengelolaan sumber daya genetik atau plasma nutfah melalui pendaftaran varietas lokal.

Pemerintah Daerah dapat melakukan pengembangan lebih lanjut pada varietas lokal yang telah terdaftar untuk mendatangkan manfaat ekonomi melalui proses pengujian keunggulan varietas lokal akan  mendapatkan SK pelepasan atau izin edar. Pemerintah daerah juga mempunyai kewajiban mengeksplorasi, tegas Leli. (admin)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga