Jumat, 19 April, 2024

Artikel Terbaru

Menteri Teten: Hilirisasi Pertanian Lewat Agripreneur

ktnanasional.com – JAKARTA, Indonesia memiliki keunggulan dari sektor pertanian dan perlu dikembangkan lebih lanjut. Hal ini dilakukan melalui penciptaan wirausaha berbasis agrikultur yang diberi nama agripreneur, yang berpotensi mendorong berkembangnya hilirisasi pertanian sekaligus menciptakan wirausaha unggulan.

“Kita bisa menciptakan lapangan kerja berkualitas dengan menghadirkan entrepreneur baru dengan produk berbasis riset. Selain membangun infrastruktur, modernisasi birokrasi, SDM, pembangunan demokrasi, dan paling penting Indonesia perlu menyiapkan entrepreneur,” jelas Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan dalam pernyataan resmi yang diterima pada Selasa (11/7/2023).

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap PDB pada triwulan I-2023 sebesar 11,8%, dengan tren pertumbuhan yang positif sebesar 4,73% per kuartal. Selain itu, Global Food Security Index (GFSI) mencatat bahwa indeks ketahanan pangan Indonesia tahun 2022 berada di peringkat 69 dari 113 negara dengan mengalami peningkatan di level 60,2 atau naik 1,69% dibandingkan tahun 2021.

Teten menambahkan, saat ini pihaknya membidik persentase entrepreneur sebanyak 3,47%. Menurut dia, untuk menjadi negara maju, persentase wirausaha sebuah negara minimal harus mencapai 4%. Dalam hal ini, Indonesia harus berhasil mencetak 1 juta wirausaha agar dapat mencapai persentase yang ditargetkan.

“Kita harus memikirkan bagaimana caranya mencetak 4% entrepreneur baru ini, karena kita membutuhkan sekitar 1 juta lagi entrepreneur baru. Maka kita ingin menggandeng kampus sebagai pabrik entrepreneur salah satunya IPB. Supaya pebisnis baru memulai dengan inovasi produk yang berbasis riset dan teknologi,” kata Teten.

Salah satunya langkah nyata yang dapat dikembangkan terkait agripreneur yaitu bersama dengan IPB University. Kolaborasi ini difokuskan pada pentingnya inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan dalam memajukan industri agribisnis serta mendukung perkembangan agripreneur.

Kolaborasi bersama dengan IPB melalui STP-IPB diharapkan dapat menciptakan langkah-langkah untuk menjawab berbagai tantangan terkait ketahanan pangan, penciptaan nilai tambah melalui pengembangan produk olahan baru. Pengemasan yang menarik, dan pemasaran yang cerdas berbasis teknologi. Misalnya menjadi produk perawatan kulit, produk kesehatan, dan minyak atsiri.

Para peserta yang tergabung dalam Entrepreneur Hub Agripreneur diharapkan dapat terus mengembangkan diri dan mendapatkan pendampingan pengembangan usaha dari IPB melalui STP-IPB. Dalam beberapa waktu ke depan, para agripreneur tersebut usahanya dapat naik kelas.

Sementara itu, Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim mengatakan Bogor tercatat memiliki 76 ribu UMKM. Namun, yang terdaftar secara resmi untuk mengurus perizinan baru sekitar 1.000 UMKM. Menurut dia, saat ini dibutuhkan wirausaha yang terdaftar secara resmi guna ikut meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bogor. Oleh karena itu, dia berharap acara tersebut bisa menjadi jawaban untuk mengatasi persoalan yang sedang terjadi. “Semoga acara ini akan semakin meningkatkan pertumbuhan wirausaha di Bogor,” tutur Dedie.

Rektor IPB University Arif Satria mengatakan, sebanyak 43% mahasiswa baru di IPB berminat untuk menjadi wirausaha. Untuk mewujudkan mimpi para mahasiswa ini, pihaknya menyiapkan berbagai program agar IPB dapat menjadi inkubator yang mampu melahirkan wirausaha baru di Indonesia. “Kita akan bina para mahasiswa ini melalui berbagai program yang kami kembangkan. Salah satunya Science Techno Park ini yang kami gunakan untuk mengembangkan teknologi, tempat untuk riset, start up center, dan lainnya,” ucap Arif. (investor.id)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga