Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Menyongsong Pemberdayaan Petani Muda dalam Era Modernisasi Pertanian Urban Farming

ktnanasional.com – CIMAHI.Di tengah kemarau panjang, sektor pangan dan pertanian seakan kesulitan dalam hal memenuhi komoditas pokok masyarakat. Petani muda yang masih diupayakan, menjadi faktor penting dalam meneruskan generasi pertanian di kota Cimahi.

Secara prospektif, sektor pertanian memiliki keseimbangan dibandingkan profesi yang lain. Menurut Pj Wali Kota Cimahi, Dikdik S. Nugrahawan mengatakan kelompok petani adalah profesi yang sangat memerlukan perlindungan dari pemerintah.

“Proteksi dari pemerintah bukan dari tatanan konsumen, tapi dari level produsen. Sebagaimana yang diketahui, petani adalah profesi yang mulia,” ucapnya di Gedung B Pemkot Cimahi, Senin (16/10).

Menurut Dikdik, semua pihak perlu konsep urban farming perlu sangat diupayakan. Pemanfaatan ruang-ruang yang ada dapat menjadi pemanfaatan untuk komoditas.

“Di beberapa kampung di Cimahi, harus ada konsep urban farming. Yang lainnya harus di manfaat dan menjadi nilai ekonomis yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Berkaitan dengan urban farming, Kota Cimahi sendiri sudah memiliki beberapa konsep di masyarakat namun masih belum merata. Dikdik mengatakan bahwa pentingnya peningkatan urban farming pada masyarakat.

Dikdik menerangkan, dalam mengendalikan harga komoditas pangan urban farming merupakan salah satu solusi untuk mengembangkan pertanian di Kota Cimahi.

“Kalau kita lihat ketersediaan bahan pangan di Cimahi sangat terbatas, ke depannya urban farming harus bisa jadi andalan,” ujarnya.

Menurut Dikdik, urban farming merupakan sebuah produksi yang cukup menjanjikan. Ia berharap pertanian di Kota Cimahi dapat terus maju dengan penerapan urban farming.
Sementara itu, Ketua KTNA Kota Cimahi, Uden Mulyadi mengatakan urban farming sangat penting untuk perkembangan pangan khususnya di Kota Cimahi. Namun, terkendala dari segi teknologi yang masih belum memadai sehingga menghambat proses produksi.
“Menurut saya urban farming sangat menjanjikan, setidaknya dapat bermanfaat untuk keluarga sendiri. Untuk peningkatannya bukan hanya bisa dari bercocok tanam dan menjual hasil panennya, tetapi harus bisa berindustri,” terang Uden.
Industri pangan mandiri menjadi satu upaya yang akan terus di upayakan, terutama bagi para petani milenial. Kendala hal tersebut yaitu SDM dari masyarakat masih cukup sulit untuk dilakukan sosialisasi.

“Seperti yang sudah ada kaya kampung cengek dan lain-lain, di peternakan sapi perah juga kami tidak menjual langsung susu asli, tapi kami olah dulu seperti yoghurt atau keju mozzarella,” jelasnya.

“Sebenarnya petani milenial sudah mulai ada, hanya SDM nya yang kurang, karena si petani itu susah sekali untuk diajak bersosialisasi. Pendataan sudah ada, harapannya para pelaku usaha tambah maju dan bisa bersaing dengan pelaku usaha yang lain,” tambahnya. (admin)

Artikel ini telah tayang di jabarekpres.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga