Jumat, 19 April, 2024

Artikel Terbaru

Mie Sagu Papua Unjuk Peragaan di PENAS XVI

ktnanasional.com SUMBAR-Padang, Gelaran Pekan Nasional (PENAS) XVI Petani Nelayan bwrlangsung sari 10-15 Juni 2023 di Lapangan Udara Sutan Sjahrir, Kota Padang, Sumatera Barat. Salah satu yang paling ditunggu-tunggu peserta PENAS dari seluruh Indonesia adalah rangkaian kegiatan Peragaan, Unjuk Tangkas, dan Asah Terampil (PUA).

Kegiatan PUA dilaksanakan selama 3 hari yakni 11-13 Juni 2023 untuk peragaan dan asah terampil, serta unjuk tangkas. Setiap provinsi yang ikut serta pada kegiatan ini berlomba menampilkan kemampuan dan inovasi pertanian yang dimiliki.

Salah satu peragaan yang cukup menarik perhatian adalah inovasi mie sagu dari Provinsi Papua. Inovasi ini merupakan salah satu upaya kelompok tani di Jayapura untuk menekan angka stunting di wilayah Papua.

“Kami menampilkan inovasi olahan sagu menjadi mie dan dihidangkan bersama bakso ikan. Sagu ini merupakan bahan makanan yang sangat baik untuk mencegah stunting karena mengandung kalsium, sehingga mengoptimalkan pertumbuhan tinggi anak,” ujar Yulen Mamengko, perwakilan dari KTNA Provinsi Papua.

Yulen menambahkan, selain mampu mencegah stunting, sagu juga baik untuk menjadi makanan utama bagi anak dengan autism spectrum disorder (ASD).

“Sagu ini tidak mengandung gula. Jadi, baik sekali untuk dikonsumsi oleh anak dengan spektrum autisme,” tambahnya.

Dengan inovasi yang kreatif, menarik, dan mendukung pencegahan stunting di Indonesia, Provinsi Papua terpilih menjadi salah satu peraga terfavorit di kegiatan Peragaan PENAS XVI 2023.

“Kegiatan Peragaan, Unjuk Tangkas, dan Asah Terampil ini menjadi pembicaraan di antara peserta PENAS. Kegiatan ini sudah kami persiapkan sejak lama dan alhamdulillah berjalan dengan lancar. Kami sudah atur sedemikian rupa supaya Peragaan, Unjuk Tangkas, dan Asah Terampil ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi tetapi juga silaturahmi dan bertukar informasi antar-petani,” ujar Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman, Ketua II dari kegiatan ini.

Liferdi melanjutkan, khusus pada Asah Terampil tahun ini ada yang berbeda, yakni dilakukan secara terbuka dengan pemanfaatan teknologi digital berupa sistem skoring secara langsung dan peserta lomba wajib menggunakan laptop. Hal ini tentu saja merupakan hal baru bagi peserta PENAS XVI Tahun 2023.

“Kami baru pertama kali mengikuti lomba dengan sistem yang baru. Ini merupakan pengalaman baru bagi kami. Ke depannya kami akan tetap semangat dan memantapkan lagi pengetahuan kami,” cerita Hariati Gebze, peserta Asah Terampil dari Papua Selatan.

Setelah melewati tahap penyisihan dan final 6 besar, terpilihlah pemenang Asah Terampil yang berasal dari Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, pada sesi Peragaan, ada 26 provinsi yang berpartisipasi. Masing-masing perwakilan menampilkan inovasi yang mereka kembangkan, baik di bidang pertanian, perikanan, maupun kehutanan.

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga