Selasa, 27 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Momentum Hari Sumpah Pemuda, Penggiat Tani dan Pariwisata Beri Pandangan

ktnanasional.com – SULAWESI BARAT, MAMASA. Pada momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2023, sejumlah penggiat tani dan pariwisata di Kabupaten Mamasa beri pandangan.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Mamasa, Demianus Tarra’ menjelaskan. Kita sebagai pemuda Mamasa harusnha merubah pola pikir dengan memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pada potensi yang ada di Mamasa terutama potensi pertanian dan pariwisata.

Menurut Demianus, sebagai pemuda jaman sekarang jangan pernah gengsi apapun profesimu karena kalau malas dan gengsi akan menghancurkan masa depan sendiri.

Pada momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2023, Demianus mengungkapkan. Pemuda mesti memiliki rasa cinta tanah air, menghargai jasa para pahlawan dan bagaimana pemuda mengisi kemerdekaan dengan baik.

“Semangat pemuda dari berbagai latarbelakang profesi dan talenta masing-masing baiknya diabdikan pada bangsa dan negara lebih sederhanya yakni, inovasi tiada henti pada potensi alam kita pada sektor pertanian dan pariwisata, ” Papar Demianus ke media via whatsapp, sabtu (28/10/2023).

Pada tempat berbeda sala satu Aktivis Penggiat Pariwisata Mamasa, Reski Masran saat dikonfirmasi juga menjelaskan. Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda mestinya menjadi spirit baru dalam menyebarkan energi positif, baik secara nyata maupun dunia maya, agar menjadi perekat dalam membangun solidaritas mewujudkan mamasa lebih baik ke depan.

Energi Positif menurut Reski, melalui edukasi ke masyarakat, pembinaan di bidang kepariwisataan, perkebunan agrowisata dengan mengangkat kearifan lokal melalui budaya.

Lanjut Reski, Potensi wisata di Mamasa seperti Tondok Bakaru, Buntu Kepak baiknya menjadi motivasi bagi pemuda bagaimana bahwa apapun itu jika dikelola dengan tekun dan akan memberikan dampak yang baik.

Pada Momentum Sumpah Pemuda kata Reski, dimana telah mempersatukan seluruh aspek bangsa, tidak hanya pemuda saja. Namun juga menyatukan seluruh ras, agama dan suku yang ada di Indonesia semestinya menumbuhkan rasa persatuan, kita dapat melakukannya dengan melalui sikap saling menghormati dan saling menghargai antar sesama.

” Ini dapat dimulai dengan hal-hal kecil yang dapat kita terapkan bukan hanya saat peringatan sumpah pemuda saja, namun juga dapat diterapkan setiap harinya. Misalnya saja menanamkan toleransi antar kelompok dengan cara membantu teman/saudara yang tengah mengalami kesulitan meskipun dari suku, ras, dan agama yang berbeda, “paparnya.

Sala-satu Duta Petani Millennial Mamasa, Sudiarno Allowali juga berpendapat, Di Hari Sumpah Pemuda bagaimana Pemuda berperan dalam membangkitkan semangat perjuangan bukan “Membawa keris,bamburuncing” tapi membawa sebuah karya yang bisa berguna bagi diri sendiri dan orang/masyrakat lainnya.

Di Mamasa menurut Sudiarno, sementara dilanda krisis yang berat/defisit sehingga pemuda diharapkan mau membuat karya yang nyata agar defisit bisa di lalui dengan mendatangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari sektor Pertanian.

“Haal ini tentunya dengan dukungan Pemda melalui pemberdayaan masyarakat, kita sangat harapka, jangan hanya target infrastruktur seperti jalan tani dan lainnya tapi dengan memberi pupuk, bibit dan pendampingan ke petani, ” Jelasnya ke media via whatsapp.

Sudiarno mengungkapkan, Infrastruktur itu pasti akan ada rusak tapi kalau kita isi otaknya petani lewat pemberdayaan maka akan semakin di cintai. (admin)

artikel ini telah tayang di dikita.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga