Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

Muatan Dialihkan ke Tanjungwangi, Pelabuhan Perikanan Masami Nganggur Selama Empat Bulan

ktnanasional.com – JAWA TIMUR, BANYUWANGI. Aktivitas kapal ikan di Pelabuhan perikanan Masami Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, berhenti selama empat bulan terakhir.

Penyebabnya, kapal-kapal ikan yang sebelumnya bongkar di Pelabuhan Ikan tersebut digeser dan kembali di Pelabuhan Tanjung wangi.

Kondisi itu pun membuat pelabuhan perikanan tersebut kelimpungan. Pasalnya, pelabuhan dengan nilai investasi senilai Rp 400 Milyar itu tak lagi kedatangan kapal ikan.

Padahal, pelabuhan tersebut terus mempekerjakan pekerja dan melakukan perawatan agar tak terkikis air laut.

“Sejak awal Mei sudah tidak ada kapal yang bersandar di sini, awalnya karena masalah cuaca, tapi ternyata setelah cuaca membaik kapal diarahkan ke Pelabuhan Tanjung wangi, tidak kesini lagi,” ujar Manajer Pelabuhan Perikanan Masami, Rudi.

Padahal, menurut Rudi berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penetapan Pelabuhan Pangkalan yang Telah Memenuhi Syarat, di Banyuwangi hanya pelabuhan perikanan Masami yang secara legal menjadi tempat berlabuhnya kapal-kapal ikan yang beroperasi di sekitar wilayah perairan Banyuwangi.

Seharusnya, kapal-kapal ikan itu menurutnya kembali membongkar muatan di tempatnya.

Tapi, sudah empat bulan ini tak ada kapal yang bersandar. Rudi menambahkan, selama periode Januari hingga awal Mei 2023, ada 107 kapal ikan yang mendarat di tempatnya. Dengan nilai total muatan mencapai 9.162.000 kilogram ikan.

“Di Banyuwangi hanya di sini tempat untuk kapal ikan, kapal ikan berukuran 200 GT ke atas bisa bersandar di sini, padahal kita berdiri juga karena dukungan pemerintah untuk mendukung pengakapan ikan terukur. Kalau seperti ini, bagaimana kita bertahan,”tegasnya.

Sementara itu, Syahbandar Pelabuhan Perikanan di Banyuwangi, Wahyu Feri Wibowo membenarkan jika pihaknya yang memberikan rekomendasi agar kapal-kapal ikan berlabuh di Pelabuhan Umum Tanjungwangi.

Awalnya, hal tersebut dikarenakan cuaca buruk musim angin timur yang membuat gelombang tinggi. Karena melihat kondisi tersebut membahayakan kapal, akhirnya kapal-kapal diarahkan untuk bersandar di Tanjungwangi sampai cuaca membaik.

“Kita lihat sejak awal mei ada gelombang tinggi, biasanya gelombang tinggi terjadi Juni-September. Setelah kita minta petunjuk dengan pusat, kita diminta koordinasi dengan Tanjung wangi,” jelasnya.

Feri juga membenarkan jika pelabuhan perikanan Masami menjadi satu-satunya pelabuhan pangkalan perikanan berdasarkan Kepmen nomor 4 tahun 2023.

Dan semua kapal ikan yang beroperasi di wilayah Banyuwangi harus berlabuh di sana sesuai dengan surat izin penangkapan.

Namun, Feri beralasan jika kondisi di pelabuhan perikanan Masami masih terdampak gelombang tinggi. meskipun jarak antara Pelabuhan Tanjungwangi dengan Pelabuhan Perikanana Masami hanya terpaut kurang dari satu kilometer.

“Prediksi kita sampai bulan sembilan masih buruk cuacanya, jadi sementara pelabuhan masami vakum sampai cuaca membaik,” tutupnya. (admin)

Artikel telah tayang di radarbanyuwangi.jawapos.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga