Kamis, 18 April, 2024

Artikel Terbaru

Munawar Pimpin PPPSI Lima Tahun ke Depan

PANGKALPINANG – Peserta Musyawarah Wilayah (Muswil) Perkumpulan Penyuluh Pertanian Swadaya Indonesia (PPPSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sepakat mendaulat Munawar untuk memimpin organisasi itu lima tahun ke depan.

Kesepakatan tersebut diputuskan peserta muswil di ruang rapat lantai satu Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Provinsi Babel, Selasa (18/10/2022).

Muswil yang dibuka langsung Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Edi Romdhoni SP MM itu diikuti para petani dan pelaku usaha pertanian. Turut hadir Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Ir Kemas Arfani Rahman, para subkoordinator serta sejumlah penyuluh pertanian lingkup Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan

Selain memilih Munawar sebagai ketua, peserta muswil juga menunjuk Ferdy Efandy sebagai sekretaris dan Mawardi menjadi bendahara untuk masa bhakti kepengurusan 2022 – 2027.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel Edi Romdhoni SP MM mengapresiasi kegiatan Muswil PPPSI tersebut sekaligus minta pengurus terpilih untuk segera melakukan konsolidasi organisasi.

“Kalau sudah terbentuk (kepengurusan) nanti kita berikan pembekalan. Kalau ilmu teknis para penyuluh swadaya memang lebih paham tapi terkait ilmu komunikasi, pendekatan supaya orang yang tidur bisa bangun tentu membutuh ilmu tersendiri,” kata Edi.

Karena itu mengajak pengurus PPPSI Provinsi Babel untuk terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Di sisi lain ia juga minta para pengurus PPPSI untuk terus meningkatkan kemampuan dalam rangka membangun pertanian di Babel ke depan.

“Penyuluh pendamping kalau kurang inovasi maka (kegiatan di lapangan) akan stagnan, jenuh. supaya tidak jenuh lakukan inovasi,” tegasnya.

Edi menyebutkan keberadaan PPPSI sangat penting dan strategis dalam mempercepat diseminasi teknologi pertanian di tingkat lapang. Karena itu ia mendorong para petani dan pelaku usaha untuk bergabung dengan organisasi tersebut agar keberhasilan pembangunan pertanian dapat lebih cepat berjalan.

“Jumlah penyuluh swadaya kita yang tercatat di Kementerian Pertanian nomor tiga dari bawah. Paling sedikit Papua 37 orang, Kalimantan Barat sebanyak 39 orang dan Bangka Belitung sebanyak 40 orang. Mungkin jumlah kita lebih banyak dari itu, hanya belum terlaporkan saja,” tandasnya.*)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga