Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Musim Kemarau, Ratusan Hektare Sawah di Kepahiang Alih Fungsi Jadi Perkebunan Palawija

ktnanasional.com – BENGKULU, KEPAHIAANG. Dampak musim kemarau yang melanda di sejumlah wilayah di Indonesia juga dirasakan petani di Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu.

Seperti dirasakan petani sawah di Desa Pulo Geto Baru Kecamatan Merigi Kabupaten Kepahiang Ahhar (50).

Menurutnya sebelum lahan sawah dialihfungsikan menjadi perkebunan palawija karena musim kemarau, masyarakat di Desa Pulo Geto Baru menanam padi.

“Dulu kalau menanam padi itu kami bergantian dengan warga, karena irigasi jebol,” kata Ahhar, saat diwawancara, pada Jumat (15/9/2023).

Lanjut Ahhar, sekitar 500 hektare sawah di dua kecamatan di Kepahiang semuanya sudah beralih fungsi, karena musim kemarau.

Jika dulu saat irigasi jebol, pihaknya masih bisa menanam padi secara bergantian setiap tahunnya.

“Kalau sekarang tidak bisa lagi karena airnya tidak ada,” tutur Anhar.

Saat ini Anhar menanam palawija di sawah miliknya, termasuk masyarakat lainnya juga ikut menanam palawija. Anhar menanami lahan sawahnya dengan jagung, cabai dan sayuran lainnya.

“Kalau kondisi saat ini, seperti musim kemarau, ya menanam jagung, cabai dan tanaman sayur lainnya,” jelas Anhar.

Menurutnya, perbedaan menanam padi dan palawija ini cukup banyak. Jika menanam padi panennya setahun satu kali, namun untuk tanaman palawija seperti jagung dan cabai hanya beberapa bulan saja sudah panen.

“Untuk menyambung hidup, sekolahkan anak, hasil dari jagung dan cabai ini, sudah cukup. Kalau ditanam padi takutnya merugi, karena musim kemarau,” ungkap Anhar. (admin)

Artikel ini telah tayang di Tribunbengkulu.com 

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga