Sabtu, 24 Februari, 2024

Artikel Terbaru

NADRAN, Sedekah Laut Nelayan Muara Angke

ktnanasional.com-Hari Selasa, 15 November 2022 berbondong-bondong Keluarga nelayan ke Kali Adem, Muara Angke untuk melaksanakan upacara sedekah bumi atau Nadran. Membuat suasana perkampungan nelayan ini menjadi berbeda dari biasanya. Setelah malam sebelumnya diadakan pagelaran Wayang Purwa Langen Budaya yang berasal dari Indramayu, dengan Ki Dalang Anom Dian Pradita Kusuma, S.Sn.

Nadran atau kadang disebut labuh saji diartikan sebagai sebuah upacara pesta laut masyarakat nelayan bentuk perwujudan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan-Nya lewat hasil laut yang selama ini didapat. Selain itu, dalam upacara nadran juga dilakukan permohonan agar diberi keselamatan dalam melaut, serta tangkapan hasil laut mereka berlimpah pada tahun mendatang.

Pesta laut Nadran diakhiri dengan melarung sesaji dan kepala kerbau ‎ke tengah laut. Sesaji itu ditaruh di atas sebuah kapal replika bernama Nelayan Berkah 1 dan Nelayan Berkah 2. Kapal yang sudah di cat warna warni diseret oleh satu kapal nelayan ke tengah laut dari dermaga Kali Adem. Sampai di tengah laut kapal sesaji itu dilepas. Ratusan kapal nelayan yang ikut mengarak kemudian menabrakkan kapal sesaji itu. Para nelayan kemudian berebut mengambil berbagai sesaji yang ada di kapal Berkah Nelayan.

Sesaji yang telah terhambur dilaut menjadi rebutan dan terus berlanjut hingga kapal pembawa sesaji tenggelam. “Sesaji itu merupakan pemberian dari para nelayan. Setiap nelayan memberi sesaji. Kalau kerbau dan Kambingnya sudah kita potong lebih dulu,” ujar Syachruna Fauzy FK ketua panitia penyelenggara.

Menurut Fauzy, para nelayan berebut sesaji itu karena membawa berkah. Apapun sesaji yang didapat, para nelayan berusaha mengambilnya. “Misalnya dia dapat sesobek kain. Kain itu dianggap bawa berkah. Diikatkan di tiang kapalnya,” ucap dia.

Diharapkan, kata Fauzy yang juga menjabat sebagai ketua KTNA DKI, dengan sedekah laut ini, para nelayan ke depannya bisa menjadi lebih baik. Terutama dalam hasil tangkapan dan rejekinya.

Nadran kali ini juga dihadiri Ketua Umum KTNA Nasional M. Yadi Sofyan Noor atas undangan masyarakat nelayan Muara Angke. “Nilai luhur yang ada dalam suatu tradisi supaya tetap di lestarikan dan dipertahankan, agar kebudayaan tersebut tidak punah dan tidak diakui oleh negara lain, karena kebudayaan lokal dapat menjadi identitas dan warisan dari sebuah kelompok masyarakat “, Ujarnya. (MH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

spot_img

baca juga