Selasa, 16 April, 2024

Artikel Terbaru

Nasib Lahan Pertanian Sleman Barat Setelah Aliran Air di Selokan Mataram Dimatikan

ktnanasional.com – SLEMAN. Aliran air di Selokan Mataram dimatikan total mulai 1 hingga 31 Oktober 2023.

Dimatikannya air selama satu bulan ini dilakukan untuk membuat bangunan ukur di depan saluran induk pintu air yang baru dibangun di wilayah Bligo, Magelang

Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman memperkirakan ada ratusan hektar lahan pertanian di Bumi Sembada yang terdampak akibat dimatikannya air selokan mataram.

Pintu air Selokan Mataram yang bagian depannya akan dibuat bangunan ukur. Proses pengerjaan bangunan ini mengharuskan Selokan ditutup total selama satu bulan di bulan Oktober 2023 (TRIBUNJOGJA.COM/Ahmad Syarifudin)

Apalagi, selokan sepanjang 30,8 kilometer yang menjadi andalan petani itu dimatikan ditengah fenomena elnino yang mempengaruhi musim kemarau lebih kering.

Dampaknya, para petani menunda masa tanam.

“Dampaknya ada, mereka (para petani) akan menunda tanam selama sebulan. Jika bulan September sudah panen, biasanya akan langsung olah tanah.

“Tapi karena ada pematian air otomatis menunda tanam, sampai bulan November,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan, DP3 Sleman, Ir. Siti Rochayah, Senin (2/10/2023).

Menurut dia, lahan pertanian yang kemungkinan paling banyak terdampak akibat dimatikannya air Selokan Mataram ada di Sleman bagian barat.

Seperti Seyegan, Mlati, Gamping, Godean, Tempel dengan jumlah sekira 300-400 hektar.

Di Sleman bagian timur turut terdampak tapi relatif kecil.

Selain penutupan Selokan Mataram, lahan pertanian Sleman barat juga terdampak Selokan Van Der Wicjk yang juga ditutup se-bulan.

Wilayah terdampaknya seputar Tempel, Minggir hingga Moyudan dengan luasan 2.000 hektar.

Di wilayah Sleman barat kini tengah memasuki masa panen, tapi para petani tidak langsung mengolah tanah.

Penundaan masa tanam ini tentu akan berdampak terhadap produksi pangan di Kabupaten Sleman, tetapi menurut Siti tidak begitu signifikan.

Sebab, diawal musim kemarau,–dengan prediksi kemunculan fenomena elnino,– pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dengan mengupayakan gerakan percepatan masa tanam di bulan April.

Gerakan ini dinilai cukup berhasil. Terbukti realisasi tanam di bulan April kala itu mencapai 10.000 hektar dari biasanya 5.000 hektar.

Siti mengatakan, penutupan Selokan Mataram, oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu -Opak (BBWSSO) sebenarnya sudah diinformasikan jauh hari.

Pihaknya juga sudah menyosialisasikan kepada kelompok tani maupun gabungan kelompok tani (Gapoktan) agar bersiap-siap.

Ia menyebut para petani sudah mengetahui rencana penutupan selokan Mataram dan kini bersiap diri dengan menunda masa tanam ataupun berganti menanam tanaman yang tidak banyak membutuhkan air agar mengurangi resiko gagal panen.

“Tahun ini kan ada fenomena elnino, petani sudah beralih komoditas. Jadi mereka sebenarnya sudah siap-siap, mengenai dampak elnino maupun pematian Selokan Mataram. Mereka mengganti tanaman. (Misalnya) tanaman cabe, palawija bukan tanam padi yang membutuhkan banyak air,” ujar dia.

Petani Akui Berat

Petani di Kabupaten Sleman, Janu Riyanto sebelumnya mengaku khawatir dengan penutupan Selokan Mataram selama sebulan.

Sebab, Selokan yang mengalirkan air dari Sungai Progo di Bendung Karang Talun, Magelang hingga Kalasan ini telah menjadi denyut nadi bagi masyarakat petani.

Banyak petani yang menggantungkan air dari Selokan sepanjang 30,8 kilometer tersebut. Jika dimatikan selama sebulan, Ia mengaku berat. Apalagi di tengah musim kemarau kering tahun ini.

“Kaitannya Selokan Mataram yang akan dimatikan, itu memang berat bagi petani.

“Karena banyak teman teman petani saat ini kesulitan cari air, karena debit aliran sungai berkurang. Petani saat ini juga baru olah lahan,” kata Janu yang juga Ketua Gapoktan Tirto Sembodo, Kalurahan Tirtomartani, Kalasan.

Menurut dia, pematian air selokan Mataram akan sangat berdampak bagi petani di Kalasan.

Sebab, air selokan Mataram selama ini menjadi andalan bagi petani, bukan hanya di Kalasan melainkan juga petani di Kapanewon Berbah.

Kendati demikian, pihaknya mengaku menerima apabila pematian air selokan Mataram ini sudah menjadi keputusan dari BBWSSO.

Saat ini, untuk menghadapi potensi kekeringan, Ia bersama petani Kalasan mengaku telah mencari alternatif dengan mengandalkan suplai air dari beberapa sumur ladang yang sudah terbangun.

Petani juga telah memperbaiki jaringan irigasi tersier sehingga suplai air yang dialirkan tidak bocor. Akan tetapi penggunaan air sumur ladanh tentu akan menambah ongkos produksi petani karena membutuhkan pompa yang dijalankan Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Sumur ladang itu menggunakan BBM, tentunya menambah biaya pada petani.

“Kalau BBM dicari mudah sebenarnya tidak masalah. Tapi kami terkendala, tidak boleh membeli BBM dengan dirijen, padahal pompa ada di tengah sawah, jika habis bagaimana. Kami berharap, pemerintah membuat kebijakan yang lebih bijak bagi petani di Kalasan,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, selokan Mataram yang menjadi andalan petani di Kabupaten Sleman airnya kini sudah mulai mengering.

Pengeringan ini dilakukan mulai dari hulu di tanggal 1 Oktober, dan direncanakan hingga 31 Oktober 2023.

Pematian air selama satu bulan penuh ini dilakukan untuk membuat bangunan ukur di depan saluran induk pintu air yang baru dibangun di wilayah Bligo, Magelang.
Disamping itu juga untuk pemeliharaan, termasuk pengerukan sedimentasi.

Ahli Madya Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu -Opak (BBWSSO), Rr. Vicky Ariyanti mengungkapkan, pematian air Selokan Mataram tahun 2023 ini semula direncanakan dua bulan.

Yaitu bulan September – Oktober.

Namun terjadi penawaran di masyarakat dan sekarang telah disepakati Selokan Mataram dikeringkan tanggal 1 hingga 31 Oktober.

“Tujuannya untuk pengerjaan bangunan ukur di saluran induk. Itu memang bangunan baru, sebelumnya belum pernah ada, dan kami memasang pintu baru untuk adaptasi cagar budaya,” kata Vicky.(admin)

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com 

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga