Kamis, 18 April, 2024

Artikel Terbaru

Nelayan Unggulan Madani Belakang Padang Tanam 3000 Bibit Mangrove

ktnanasional.com – BATAM, Nelayan yang tergabung dalam Perkumpunal Nelayan Unggulan Madani (PNUM) Kecamatan Belakang Padang menanam 3000 bibit mangrove di sekitar perairan Belakang Padang, Senin (26/6/2023).

Inisiatif menanam bibit mangrove ini datang dari para nelayan PNUM karena melihat kondisi mangrove sebagai rumah biota laut seperti ikan kian berkurang. Ketua PNUM, Mustafa, mengatakan, penanaman mangrove ini adalah bagian dari bentuk tanggungjawab dan kepedulian nelayan dalam menjaga kelestarian lingkungan laut.

“Sesuai dengan tema penanaman mangrove hari ini adalah ‘Menjaga Kelestarian, Keindahan dan Kebersihan Lingkungan Laut serta Memelihara Keindahan Habitat Alam Dasar Laut adalah Tanggung Jawab Perkumpulan Nelayan Unggulan Madani yang Berorientasi sebagai Nelayan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, sekertaris PUNM, Ascharudin, menjelaskan, PUNM merupakan wadah untuk menyatukan nelayan-nelayan yang ada di Kecamatan Belakang Padang. Saat ini nelayan yang tergabung di dalam PUNM yang berdiri sejak Januari 2021 ini merupakan nelayan dari Dapur Arang, Sekanak Raya, Pulau Bertam, dan Pulau Lingke. Saat ini PUNM beranggotakan 102 nelayan. Setengah dari anggotanyabl merupakan nelayan Suku Laut.

“PUNM juga terbuka bagi nelayan dari pulau lain yang ingin bergabung. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui program-program pemerintah. Jadi melalui perkumpulan kami berharap program pemerintah bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam penanaman mangrove Senin pagi itu, PUNM juga melibatkan unsur Muspika Belakang Padang, TNI-Polri dan Dinas Perikanan Kota Batam. Dalam kesempatan itu, Ascharudun juga menyampaikan beberapa kendala yang dialami para nelayan saat ini. Salah satunya adalah kurangnya sarana tangkap ikan yang dimiliki nelayan saat ini.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kota Batam, Witono, mengapresiasi inisiatif PUNM menanam bibit mangrove.

“Kami sangat mengapresiasi penanaman mangrove yang diinisiasi oleh PUNM. Ini merupakan bentuk dari rasa memiliki terhadap ekosistem mangrove tempat berkumpulnya ikan. Kami berharap nelayan selalu berdampingan dan berkolaborasi dengan penerintah dalam menjaga kelestarian laut,” kata Witono.

Terkait kendala yang disampaikan para nelayan, Witono berjanji akan meneruskannya ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi yang memiliki kewenangan dalam pembinaan terhadap nelayan sebagai kelompok masyarakat pengawas.

“Tadi kami sudah sampaikan ke PUNM untuk melengkapi administrasinya agar bisa kami rekomendasikan ke DKP Kepri,” katanya.

Witono mengimbau agar para nelayan segera mengurus kartu KUSUKA yang merupakan identitas tunggal pelaku usaha dan merupakan integrasi dari kartu dan data pelaku usaha kelautan dan perikanan dalam memperoleh bantuan dan asuransi bagi nelayan.

Di penghujung seromial penanaman mangrove, Ascharudin juga menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan pemerintah terhadap nelayan di Kecamatan Belakang Padang selama ini.

“Selama ini kami para nelayan cukup terbantu oleh Pemerintah Kota Batam. Kami berharap ke depan para nelayan bisa terus mendapatkan perhatian,” tutupnya. (batamxinwen)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga