Selasa, 28 Mei, 2024

Artikel Terbaru

NTT Makin Gereget! Progres Konstruksi Pembangunan Waduk Terbesar demi Suplai Lahan Pertanian di Kabupaten Ini…

ktnanasional – NTT, NAGEKEO. Konstruksi pembangunan proyek di Nusa Tenggara Timur yang baru akan dimulai termasuk Waduk Mbay-Lambo di Kab.Nagekeo.

Pembangunan Waduk Mbay-Lambo telah memasuki tahap breakthrough terowongan pengelak dengan progres konstruksi 27 persen.

Presiden Jokowi minta agar pembangunan Bendungan Mbay bisa dioptimalkan fungsinya untuk menyuplai air irigasi pada lahan pertanian.

Lahan pertanian di Kabupaten Ngagekeo seluas 4.200 hektare plus ditambah dengan potensi pengembanganannya seluas 1.900 hektare.

Menteri PUPR, Basuki menyatakan, ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain.

“Pembangunan bendungan juga harus diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena air-nya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” tutur Basuki.

Bertujuan dalam rangka strategi besar Pemerintah mencapai ketahanan pangan dan kedaulatan pangan nasional.

Pembangunan Bendungan ini memiliki luas genangan 499,55 hektare yang bersumber dari Sungai Aesesa.

Bendungan Mbay yang dibangun untuk pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) Mbay Kanan dan Kiri.

Hingga 6.100 hektare dengan kapasitas oli tampung sebesar 51,74 juta meter kubik.

Bendungan Mbay dibangun oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang berada di Desa Rendubutowe, Kec.a Aesesa Selatan yang berjarak sekitar 30km dari pusat kota Kab. Nagekeo.

Tak hanya itu, bendungan ini juga memiliki manfaat lain untuk mendukung kebutuhan air baku di Nagekeo sebesar 205 liter per detik.

Mendukung kebutuhan air baku di Nagekeo sebesar 205 liter per detik dan mengurangi debit banjir Sungai Aesesa sebesar 283 meter kubik per detik.

Progres konstruksi proyek Waduk Mbay – Lambo bernilai triliunan itu mengalami deviasi minus sebesar 3,61 persen, dari target 48.78 persen.

PPK Bendungan SNVT Pembangunan Bendungan II BWS NT II Ditjen SDA Kementerian PUPR, Yohanes Pabi mengatakan terkait deviasi minus.

Keterlambatan atau deviasi Minus disebabkan faktor gangguan cuaca. Selain itu, ada sebagian lahan konstruksi belum sepenuhnya dibebaskan.

“Untuk mengejar deviasi kepada penyedia sudah diinstruksikan setelah Lebaran harus menambah sumber daya berupa, tenaga, alat, waktu kerja maupun penyediaan material,” tutur Yohanes.

artikel ini telah tayang di harianhaluan.com

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga