Jumat, 31 Mei, 2024

Artikel Terbaru

Pak Tani Sawit Mau Produksi dan Produktivitas Solusinya Program Sarpras

ktnanasional – BENGKULU. Para pekebun kelapa sawit di Provinsi Bengkulu, kalau mau produksi dan produktivitas meningkat solusinya program Sarana Prasarana (Sarpas) yang difasilitasi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M Rizon,

“Para pekebun kelapa sawit bisa usulkan permohonan program Sarpras, seperti jalan usaha perkebunan, alat berat, truk, pupuk, pestisida, dan alat perkebunan setelah berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan Kabupaten masing-masing,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M Rizon, dilansir dari laman elaeis.co, pada Ahad (14/4) malam.

Melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian setempat, harap Rizon,  pekebun kelapa sawit di Provinsi Bengkulu bisa manfaatkan program Sarpras ini untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 3 Tahun 2022 dan Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 273 tahun 2020, beber Rizon, terdapat delapan jenis Sarpras perkebunan kelapa sawit yang bisa diajukan para pekebun kelap sawit, termasuk bibit sawit, pupuk, pestisida, alat pascapanen, peningkatan infrastruktur jalan, alat transportasi, mesin pertanian, serta infrastruktur pasar.

“Bagi kelompok tani atau pekebun, kami sangat mendorong untuk mengajukan program Sarpras ini. Ini peluang dan kesempatan baik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi sawit di Bengkulu,” jelas Rizon.

Jika kelompok tani kebingungan mengenai proses pengajuan program ini, tegas Rizon, bisa berkonsultasi dengan pejabat terkait di Dinas Pertanian Kabupaten setempat. Mereka nanti diarahkan untuk melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

“Kalau kelompok tani atau pekebun bingung, bisa konsultasi ke dinas pertanian setempat, nanti ada syarat-syarat yang harus dipenuhi,” tuturnya.

Seorang pekebun kelapa sawit di Bengkulu Utara, Budi Santoso 45 tahun  apresiasi program ini. Kata Budi, lewat program ini pihaknya bisa meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit.

“Dukungan program Sarpas sangat penting bagi kami. Adanya program ini hendaknya dapat meningkatkan hasil produksi kami secara signifikan,” harapnya

Tapi, akui Budi, sejumlah pekebun kelapa sawit menyuarakan keprihatinan terkait proses pengajuan dan penyaluran program ini. Mereka berharap proses administrasi dan teknisnya dipermudah agar lebih banyak petani bisa merasakan manfaatnya.

“Kami berharap proses administrasi dan teknisnya dapat dipermudah agar lebih banyak petani yang dapat merasakan manfaatnya, sebab hingga saat ini belum banyak pekebun kelapa sawit merasakan manfaat program ini di Provinsi Bengkulu,” terangnya. (admin)

artikel ini telah tayang di katakabar.com

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

baca juga