Senin, 15 April, 2024

Artikel Terbaru

Panen Bawang Merah Bantul Lebihi Angka Nasional

ktnanasional.com – DIY, BANTUL. Dirjen Hortikultura mengapresiasi hasil panen bawang merah di Kabupaten Bantul yang disebut melebihi rata-rata dari hasil panen tingkat nasional. Hasil positif itu disinyalir berkat diterapkannya sistem Agriculture Electrifying.

Dalam acara Penen Perdana Bawang Merah Agro Agriculture Electrifying di Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Dirjen Pertanian Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto wilayah selatan mulai dari Kabupaten Bantul hingga Kulonprogo yang merupakan lumbung pangan di DIY disebutnya kemampuan melebih neraca nasional. “Kalau hasil panen bawang merah disebut mencapai 20 ton per hektare dalam satu musim, ini artinya lebih banyak dari perhitungan nasional,” ujar Prihasto.

Prihasto menilai inisiatif dengan adanya Agriculture Electrifying, energi yang dibutuhkan lebih rendah. Kendati begitu, dirinya menilai karakter permukaan tanah dan sumber mata air di Bantul cukup dangkal sehingga memungkinkan mudahnya pencemaran akibat pupuk pestisida. Dengan Agriculture Electrifying ini, kata dia, penggunaan pestisida sedikit lebih sedikit.

“Kalau dilihat tadi ini tidak tercium pestisida, apalagi dengan angin kencang seperti ini harusnya sudah tercium bau [pestisida]. Artinya dengan konsep daerah di selatan DIY, ini dampak [agriculture electrifying] cukup positif,” ucap dia.

Melalui hasil panen bawang merah di wilayah selatan Bantul dengan Agriculture Electrifying tersebut, Prihasto berharap konsep tersebut bisa diterapkan pada pertanian bawang merah di wilayah selatan bisa direplikasi di wilayah lainya.

Bupati Bantul, Abdul Halim muslih mengungkapkan sektor pertanian terus dikembangkan melalu konsep Agriculture Electrifying berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Dia menyebut di wilayah Bantul yang dipakai untuk pemanfaatan pertanian komoditas bawang merah memiliki ruang tersendiri. “Komoditas pertanian bawang merah di Kabupaten Bantul mencapai 1.360 hektare atau mencapai 10 persen dari total lahan secara keseluruhan,” ujar Halim.

Komoditas bawang merah sendiri merupakan salah satu komoditas lumbung pangan nasional. Modernisasi pertanian melalui agriculture electriying disebutnya bersesuaian dengan visi gubernur DIY yang didukung oleh berbagai pihak. (admin)

Artikel telah tayang di harianjogja.com

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terbaru

Advertisementspot_img

baca juga